Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perlu Waktu 1 Tahun Kedepan Agar Konsep Medeka Belajar-Kampus Merdeka Mapan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perlu waktu satu tahun kedepan untuk melakukan penyamaan persepsi agar implementasi konsep Medeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) benar-benar dapat diterapkan secara mapan.
Selama dua tahun pelaksanaan MBKM selama ini masih menghadapi tantangan dalam penyamaan persepsi antara perguruan tinggi dengan mitra, dalam hal ini dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Tantanganya adalah penyamaan persepsi, konsep ini kan baru. Memang dalam proses perjalanannya kan harus ada pengalaman, sehingga dia menjadi konsep yang mapan,” kata Guru Besar Bidang Pendidikan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Buleleng, Prof. Dr. Nyoman Dantes di sela-sela kegiatan Sosialisasi Program Bantuan Prodi menjadi Model Center of Excellence (CoE) Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa di Denpasar pada Selasa (25/5).
Menurutnya, harus diakui konsep dan implementasi program MBKM belum dipakami oleh semua pengelola. Di sisi yang lain, tidak semua universitas responsif dalam penerapan MBKM, karena kondisi masing-masing universitas berbeda. Tantangan lainnya adalah kelemahan dari segi sumber daya manusia yang dimiliki oleh masing-masing universitas.
Dantes menyampaikan untuk melakukan optimalisasi pelaksanaan MBKM di lingkungan perguruan tinggi mungkin akan lebih gampang. Namun optimalisasi pada dunia usaha dan dunia industri yang akan menjadi tempat mahasiswa melakukan praktek kerja lapangan ataupun penelitian akan sulit.
“Yang perlu dibangkitkan adalah kesadaran DUDI dan masyarakat. Kalau membangkitkan lembaga universitas itu jauh lebih gampang, karena prospeknya kita memberikan pengalaman lebih kepada mahasiswa kita,” jelas Dantes.
Sedangkan Koordinator Program Center of Excellence (CoE) Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, S.Pt.,M.M mengatakan selaku pengelola program, tantangan dalam melaksanakan MBKM adalah masih ada kesulitan dalam penangan administrasi mahasiswa yang pindah dari satu prodi ke prodi lainnya, atau bahkan dari satu kampus ke kampus lainnya.
Selain itu, akan ada pula perbedaan standar penilaian antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya.
Agus Maha menambahkan secara keluaran, program MBKM akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk beradaptasi sebelum memasuki dunia kerja.
“Mahasiswa akan lebih siap dalam memasuki suasana kerja pada dunia industri atau dunia kerja. Selain itu dengan adanya Program MBKM mahasiswa akan memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih banyak. Selain itu diharapkan mahasiswa dapat merubah paradigmanya dari job seeker menjadi job creator,” ujar Agus Maha.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2607 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan