Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hasil Uji Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Aman, Tidak Terkait KIPI
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hasil uji Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 dinilai aman dan tidak berkaitan dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Dalam hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan Laporan Pengujian vaksin COVID-19 AstraZeneca batch CTMAV547.
Kesimpulan uji toksisitas abnormal dan sterilitas vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 memenuhi syarat mutu dan aman digunakan. Artinya, tidak ada keterkaitan antara mutu Vaksin Astrazeneca batch CTMAV547 dengan KIPI yang dilaporkan.
Dengan demikian, vaksin AstraZeneca batch CTMAV547, yang sebelumnya disetop sementara distribusi dan penggunaannya, kini dapat digunakan kembali.
Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari juga menyimpulkan proporsi KIPI yang dilaporkan di Indonesia, tidak lebih tinggi daripada KIPI pada uji klinik fase 1, fase 2, fase 3 AstraZeneca.
“Jadi, kami masih merekomendasikan bahwa vaksin ini aman dan program imunisasi nasional menggunakan vaksin ini,” ujarnya dikutip dari Liputan6.com, Kamis (27/5/2021).
Kesimpulan yang telah dibuat oleh Komnas KIPI merupakan hasil dari data laporan KIPI di lapangan yang sudah dibandingkan dengan data-data pada saat berlangsungnya uji klinik vaksin AstraZeneca juga data dari negara-negara yang melakukan vaksinasi dan melaporkannya dalam jurnal terpandang.
“Semua ini (kesimpulan) kita berbasis data. Datanya juga menunjukkan hasil penelitian uji klinik vaksin AstraZeneca menunjukkan bahwa KIPI pada vaksin AstraZeneca kepada kelompok lansia lebih rendah,” terang Hindra.
Khusus untuk AstraZeneca, Pemerintah telah menyediakan nomor hotline di kartu vaksinasi yang bisa dihubungi 7 hari/24 jam. Bila penerima vaksin AstraZeneca merasakan keluhan dapat langsung dilaporkan.
“Gejala-gejala yang harus diperhatikan adalah sakit kepala yang hebat, yang tidak membaik dengan obat biasa. Kemudian penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, pembengkakan tungkai," pesan Hindra Irawan Satari.
"Itu lebih baik segera melapor untuk diobati atau diberi petunjuk rujukan atau tidak sehingga tidak terjadi kejadian yang fatal."
Hindra menambahkan, data di beberapa negara yang telah melaksanakan program vaksinasi AstraZeneca kini terjadi angka penurunan kesakitan dan angka kematian akibat COVID-19. Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu vaksin COVID-19 yang paling banyak digunakan di dunia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan