Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi, Begini Kasusnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria berinisial A alias IG warga Jalan Sutomo, Medan yang diduga pelaku perampokan dikabarkan tewas ditembak polisi, pada Jumat (28/5/2021).
Pelaku dibekuk polisi dalam dugaan kasus perampokan disertai pembunuhan yang merenggut nyawa Lisbet Boru Napitupulu (50) di Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Perjuangan pada Kamis 6 Mei 2021 lalu.
Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing tidak mengakui pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut.
"Nanti diekspose," katanya singkat, Sabtu (29/5/2021).
Tewasnya A alias IG jadi pembicaraan hangat warga sekitar. Apalagi, rumah pelaku dan korban berdekatan, berjarak sekitar 700 meter saja.
"Kami dapat kabar jam 11 siang, sebelum salat Jumat. Kabarnya ditembak polisi terkait kasus perampokan di Jalan Pelita I," kata salah seorang warga bernama Rianto (41).
Ia menyebut, dalam pengungkapan itu petugas kepolisian mengamankan seorang pelaku lainnya, yang juga warga seputaran Jalan Sutomo Medan.
"Rumah duka di Gg Yahya ini. Kalau istri almarhum (pelaku) gak ada di rumah. Istrinya gol kasus narkoba, ini rumah orangtua (pelaku)," jelasnya.
Informasi diperoleh wartawan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur.
Pengungkapan ini bermula saat polisi menerima laporan kasus pembunuhan mengerikan di sebuah rumah yang dijadikan usaha warung di Jalan Pelita I Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (6/5/2021) pagi.
Korban yang merupakan seorang janda ini diketahui bernama Lisbet Boru Napitupulu berusia sekitar 50 tahunan. Korban tewas terkapar bersimbah darah di kamarnya.
Salah seorang tetangga korban, Mama Naomi (59) mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh salah seorang wanita teman korban yang merupakan agen penjual pulsa, memanggil korban tapi tidak kunjung menyahut.
"Dilihatnya ada darah di lantai," kata tetangga korban, Mama Naomi (59) kepada wartawan SuaraSumut.id.
Merasa ada yang tidak beres, teman korban tersebut lalu memanggil warga sekitar, dan selanjutnya menginformasikan kepada pihak kepolisian.
"Kami warga takut masuk ke rumah, polisi yang melihat ke dalam korban terkapar di kamarnya, kakinya terikat" kata Mama Naomi.
Personel Polsek Medan Timur bersama dengan Tim Inafis Polrestabes Medan lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan warung korban dipasang garis polisi.
"Bornap (panggilan akrab korban) sudah dua puluh tahunan tinggal disini. Dia ngontrak, tinggal seorang diri, janda belum punya anak. Seharinya berjualan, tabung gas, minyak, rokok," kata Mama Naomi.
Ia menduga peristiwa tersebut terjadi di atas jam 12 malam.
"Pas hujan deras tadi malam mungkin, kami masuk rumah jam 12 malam, dia juga masuk jam segitu," katanya.
Menurut informasi yang ia terima, selain dibunuh korban juga kehilangan sejumlah harta benda dan perhiasannya.
"Habis-la barangnya, keretanya (sepedamotor) juga hilang, emas-emasnya, rokoknya juga hilang. Dia ditikam di lehernya," katanya.
"Korban ini juga sering kehilangan, tahun lalu pernah dibobol maling, dua minggu lalu juga sepedamotornya dicuri, modus beli pulsa pelakunya. Jadi dia baru beli lagi kereta, itulah kejadian lagi ini," tukasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2345 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan