Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Bapak Cabuli Anak Kandungnya, Berdalih Tak Sadar Akibat Mabuk Miras
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pria berinisial PR (45) warga Tuban, Jawa Timur pantas menghuni sel tahanan polisi. Sebab perilakunya mencabuli anak kandung yang masih di bawah umur sungguh biadab.
Aksi bejatnya itu dilakukan sebanyak empat kali sepanjang Mei 2021. Kepada polisi, pelaku berdalih terpengaruh minuman keras (miras) atau beralkohol.
“Saya tidak sadar kalau itu anak saya, karena saya mabuk tuak (miras tradisional),” kelitnya, Rabu (2/6/2021).
Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, kasus itu terungkap berkat adik korban.
“Kasus ini terungkap setelah aksi pelaku menyetubuhi korban itu direkam oleh adik korban untuk dijadikan sebagai barang bukti. Karena selama ini korban juga takut terhadap pelaku,” katanya.
Korban didampingi ibunya kemudian melaporkan kasus pencabulan itu ke Polres Tuban.
“Korban adalah anak pelaku sendiri dari istri yang ketiga. Setelah ada bukti itu, orang tua atau ibu korban melaporkan kejadian itu. Pelaku diketahui sudah empat kali melakukan persetubuhan kepada korban,” sambungnya.
Dalam pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak tersebut petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya ada video rekaman, sarung pelaku, celana dalam, pakaian korban dan juga barang bukti lainnya. Akibat dari perbutan itu pria tersebut sudah ditahan di Polres Tuban dan terancam hukuman 15 tahun penjara.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan