Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Disuruh Minum Air Got, Gede Budi Emosi dan Bunuh Putu Sekar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hampir setahun menjadi misteri, kasus pembunuhan seorang pedagang wanita di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Bali, akhirnya terungkap. Pelakunya adalah tetangga korban yang tidak terima dengan perkataan kasar korban.
Tersangka I Gede Budiadnyana, Warga Banjar Dinas Dangin Pura, Desa Depeha Kubutambahan, akhirnya ditangkap petugas Reskrim Polres Buleleng.
Ia ditangkap di rumahnya karena diduga kuat membunuh pedagang bernama Putu Sekar, pada bulan Juli 2020 lalu.
Kasus ini baru bisa diungkap karena minimnya saksi di tempat kejadian.
Semua keterangan saksi yang diperiksa mengarah kepada tersangka Gede Dudianyana.
Tersangka mengaku telah membunuh korban karena tidak terima dengan kata kasar yang diucapkan korban, saat ia berbelanja di warung korban.
"Tersangka membeli minuman dan membawa uang Rp5 ribu, oleh korban disebut kurang seribu karena harga minuman Rp6 ribu. Korban mengatakan uangnya kurang seribu, kamu (tersangka) minum aja air got. Tersangka tersinggung dengan kata-kata kasar korban. Tersangka mengambil parang dari rak di TKP kemudian menebas dari belakang kepala korban," jelas Kapolres Buleleng, AKBP. I Made Sinar Subawa, di Singaraja Senin (7/6/2021).
Tersangka dijerat pasal 365 dan 338 KUHP mengenai pencurian dengan kekerasan serta pembunuhan, dengan ancaman 15 tahun penjara.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan