Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Dana Pembebasan Lahan Tol Gilimanuk-Mengwi di Jembrana Dianggarkan Rp3 Triliun
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Perencanaan pembangungunan jalan tol Gilimanuk - Mengwi kini sudah tahap pendataan dan sosialisasi ke masyarakat. Kali ini sosialisasi digelar di Kecamatan Melaya, Jembrana Senin (08/06/2021).
Rencana pembangunan tol ini secara umum gerbang pertama berada di Gilimanuk dan menuju Mengwi di daerah Sembung. Tol Gilimanuk - Mengwi dalam perencanaannya, untuk Gilimanuk sampai Mengwi panjangnya yakni 96,21 km, sedangkan Jembrana sendiri sepanjang 55,2 km dari Gilimanuk sampai Pekutatan.
"Hari ini kita lakukan tahap pertama yaitu sosialisasi dan pendataan awal di Melaya," ungkap Kepala Biro pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara.
Ia juga menyampaikan untuk sosialisasi kali ini membentuk 2 (dua) tim, yaitu tim persiapan pengadaan tanah untuk kepentingan umum ruas jalan tol Gilimanuk - Mengwi Provinsi Bali. Mengenai penetapan skema setuju atau tidak belum dilakukan, hari ini sampai tgl 10 Juni 2021 dilakukan sosialisasi, satu hari 4 lokasi, untuk Jembrana sendiri dilewati jalan tol dari rencana sepanjang 96,21 km, dengan anggaran Rp3 triliun untuk dana pembebasan lahan.
"Khusus Jembrana estimasi sosialisasi dari 7-10 juni 2021 selesai, kemudian menyusul kabupaten lain," paparnya. Sukra Negara juga menyampaikan bahwa proses pembangunan akan melalui banyak tahapan, ada beberapa tahap yang harus dilakukan,
"Sosialisasi biar paham dan tahu terkait pembangunan tol, di data kepemilikan, setelah ini kita akan melakukan koreksi terhadap kepemilikan tanah, selanjutnya akan melakukan konsultasi publik. Setelah adanya Penlok (Penetapan dan lokasi), bapak/ibu tidak boleh melakukan jual beli tanah dari sekarang. Jadi sebelum penlok dikeluarkan kami harapkan warga melakukan konsultasi kepada Keluarga besar terlebih dahulu," imbuhnya.
Sementara Camat Melaya I Putu Gede Oka Santika mengatakan, sejatinya program ini merupakan program dari dulu yang diinginkan masyarakat Jembrana.
"Karena warga sangat merasakan kroditnya jalan Denpasar/Gilimanuk, dengan adanya program ini kami berharap banyak, dan masyarakat yang terdampak mendukung program ini, kami dengan Bupati, Prebekel/Lurah sudah dipanggil oleh Bapak Gubernur memberikan dukungan tinggi, dan suport luar biasa program ini," ungkap Gede Oka.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5978 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan