Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Nginap di Rumah Warga, Bupati Gede Dana Disuguhi Ubi Butun dan Olahan Gayas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Di sela kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Bupati Karangasem, I Gede Dana, terus berupaya menyempatkan diri untuk mengunjungi masyarakat di beberapa banjar/desa di Karangasem.
Salah satunya yang dikunjungi Bupati Gede Dana adalah masyarakat di Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem. Karena berbagai kegiatan bisa dilaksanakan ketika berada di tengah masyarakat dengan melihat langsung kondisi masyarakat setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya, melakukan sosialiasi protokol kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran dan penularan wabah Covid-19, sosialisasi dan edukasi tentang pola cocok tanam dengan menerapkan teknologi pertanian.
Dalam kunjungannya ke Banjar Dinas Purwayu Sabtu (12/6/2021) tersebut, Bupati Gede Dana sempat menginap di salah satu rumah warga, dan berkesempatan juga menikmati menu tradisional khas warga dusun setempat, yakni sajian menu ubi butun untuk makan malam dan keesokan harinya menikmati menu sarapan nasi cacah dengan lauk olahan gayas dan sayur bungkil pohon keladi.
Selain sosialisasi Prokes Covid-19 dan edukasi pertanian, didampingi Klian Banjar Dinas Purwayu, I Gede Genti, Bupati asal Desa Datah Kecamatan Abang, ini juga melaksanakan kegiatan penyerahan beasiswa kepada Ni Luh Noviani salah satu siswa kurang mampu.
Lanjut Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, tersebut mengunjungi rumah keluarga I Nengah Kerta, salah satu warga miskin di Banjar Dinas Purwayu yang sejak beberapa tahun belakangan ini tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah karena menderita sakit struk ringan dan sesak nafas, tidak hanya itu istrinya Ni Luh Numpek yang menjadi tulang punggung setelah I Nengah Kerta sakit stroke, saat ini juga sudah tidak bisa bekerja mencari nafkah setelah tangan kirinya patah saat naik pohon untuk mencari pakan ternak.
Yang lebih memprihatinkan lagi, selama bertahun-tahun keluarga miskin ini tinggal di rumah yang tidak layak huni.
“Kasihan di rumah kecil yang tidak layak huni ini didiami oleh delapan orang, bahkan tidurnya harus berdesakan. Selain itu listrik untuk penerangan rumah keluarga ini juga menumpang dengan tetangga. Karena itu saya sudah berkoordinasi dan akan memberikan bantuan bedah rumah,” ucap Gede Dana.
Sementara itu Ni Luh Numpek mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemkab Karangasem. “Tiang tidak bisa berkata apa-apa, selain menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas segala bantuan dan perhatian kepada keluarga kami,” ucapnya.
Dulu saat masih menjadi anggota DPRD Karangasem, I Gede Dana dikenal sering turun ke masyarakat di daerah terpencil dan terkadang menginap di dusun atau desa yang dikunjunginya agar bisa berdialog mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya masyarakat di desa tersebut, baik masalah perekonomian, pendidikan, adat serta tradisi, infrastruktur serta lingkungan sekitar.
Jadi menginap di rumah warga itu bukan kali ini saja, tapi jauh sebelumnya ketika menjadi wakil rakyat Gede Dana sering bermalam di rumah salah satu warga di dusun atau desa yang dikunjunginya.
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6039 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2365 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan