Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tetangga Cuci Baju di Teras Rumah, Bekas Airnya Menggenang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang warganet menceritakan aksi tetangganya yang mencuci baju di teras rumah. Aksinya itu membuat geram. Dalam sebuah video yang beredar di jejaring media sosial terlihat air bekas cucian tampak menggenang di tengah jalan.
Berdasarkan si pengunggah video tersebut, hal itu akibat aksi tetangganya yang kerap mencuci baju di teras rumah. Air bekas cucian itu sampai mengalir di tengah jalan perkampungan. Tak hanya itu, air bekas cucian tersebut sampai hampir masuk ke rumah milik si pemilik video.
"Ngontrak di rumah petak mungil, tetangga gue memilih nyuci baju di teras," ujarnya.
Dalam video yang beredar, tampak guyuran air bekas cucian itu mengalir di tengah jalan. Sementara itu, di depan rumah tersebut tidak ada saluran air sehingga membuat air bekas cucian itu menggenang di tengah jalan. Usut punya usut, hal tersebut kerap ditemui setiap hari.
"Setiap hari adalah tsunami limbah cucian di depan rumah gue," curhatnya.
Penampakan itu pun membuat warganet lainnya merasa heran. Mereka ikut memberikan komentar terkait hal tersebut.
"Lapor rt atau rw sana mungkin? Aneh juga limbah nyucinya kemana kemana astaga," balas warganet.
"Dia kira jalan milik dia kali," timpal warganet.
"Lama-lama jalannya lumutan tuh," komentar warganet.
"Sumpah parah banget. Jalannya kan jadi licin kalau dia nggak siram pakai air biasa lagi," ujar warganet.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan