Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kasus Covid-19 Melonjak, Desa Adat Kuta Awasi Duktang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Untuk mengantisipasi penduduk pendatang yang datang ke wilayah atau wewidangan Desa Adat Kuta, Badung maka, sinergitas antara kepala lingkungan, kelurahan, perangkat Desa Adat serta krama desa tetap dilaksanakan.
Salah satunya dengan melakukan pendataan kepada para penduduk pendatang (duktang) yang ada di wewidangan Desa Adat Kuta khususnya di tengah Pandemi saat ini.
"Tentu kami harus meningkatkan kewaspadaan dengan penduduk pendatang di tengah pandemi saat ini," sebut Bendesa Adat Kuta, Badung, I Wayan Wasista, Selasa (22/6) di Kuta, Badung.
Dalam mewujudkan hal itu, tentu pihaknya melibatkan pihak terkait di Desa Adat Kuta dengan tujuan agar semua dapat berjalan baik dan sesuai harapan bersama.
"Tentu terkait hal tersebut kami selalu berkoordinasi serta melakukan kerjasama dengan kepala lingkungan, kelurahan, perangkat Desa Adat serta krama desa," jelasnya.
Adapun salah satu tidakan dilakukan misalnya, mendatangi secara langsung tempat-tempat kos khususnya di wilayah Desa Adat Kuta.
Dirinya menegaskan, kewaspadaan sangat penting ditingkatkan dan dilakukan di tengah kondisi fluktuatifnya jumlah kasus Covid-19 di Bali dan di luar daerah.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2765 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun