Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tips Mengembalikan Emosi Usai Sembuh dari Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah sembuh dari Covid-19, bukan hanya kesehatan fisik yang perlu dijaga dan ditingkatkan, tapi juga kesehatan mental.
Pengalaman selama terinfeksi Covid-19 bisa sangat menegangkan dengan rasa takut dan cemas. Oleh sebab itu penting untuk kembali berpikiran positif dan meningkatkan kondisi kesehatan mental.
Dilansir melalui News18, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres, ketakutan, dan kecemasan.
Beristirahatlah dari menonton berita secara terus-menerus. Tetap terhubung dengan orang tercinta melalui panggilan audio atau video. Hidupkan kembali hobi yang kamu sukai. Kemudian juga Istirahat yang cukup.
Jaga pola makan sehat serta lakukan latihan ringan sesuai kondisi. Jangan sembunyikan penyakit, biicarakan secara akurat tentang risiko Covid-19, berdasarkan data ilmiah dan saran kesehatan resmi terbaru.
Selain itu bagilah cerita positif dari mereka yang telah pulih dari Covid-19. Kemudian, menjaga pola makan yang sehat dan bernutrisi juga tidak kalah penting.
Meskipun tidak ada makanan atau suplemen makanan yang dapat mencegah infeksi Covid-19, menjaga pola makan yang sehat adalah bagian penting untuk mendukung sistem kekebalan yang kuat. Makanlah berbagai makanan untuk memastikan asupan nutrisi penting yang cukup.
Kemudian, saat kita bergumul dengan kesehatan mental kita, semuanya bisa tampak negatif. Selama pandemi, banyak hal negatif terjadi, dan sulit untuk tidak tersesat di lautan negativitas.
Orang-orang menyuruh kita untuk mencoba dan menjadi positif, tetapi menjadi positif itu tidak mudah. Banyak orang mengatakan kepada kita untuk berpikir positif saja — mengganti hal-hal negatif dengan kepositifan. Kalau saja semudah itu, bukan?
Memaksakan sikap positif semacam ini tidak membantu, apalagi tidak dapat dicapai. Memaksakan kepositifan juga dapat membuat Anda merasa lebih gagal dengan membuat Anda berpikir bahwa Anda benar-benar harus bisa menjadi positif saja, dan ketika tidak bisa, Anda juga menjadi kritis terhadapnya.
Alih-alih mencoba atau memaksakan sikap positif, carilah keseimbangan. Atasi hal-hal negatif yang Anda alami, tetapi juga kenali hal-hal positifnya.
Kenali hal-hal baik jika dan kapan Anda bisa dan sebanyak yang Anda bisa. Tetapi jangan mencoba memaksakan diri Anda untuk bersikap positif saat Anda merasakan hal yang sebaliknya.
Ingatlah bahwa tidak ada yang merasa positif sepanjang waktu — dan itu tidak masalah. Segala jenis emosi adalah normal, dan itulah yang dimaksud dengan manusia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan