Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
RS Penuh, Dokter Terpaksa Mulai Pilih-Pilih Nyawa Pasien
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dokter spesialis paru di RS UI Depok, Jawa Barat, dr. Irandi Putra Pratomo mengaku dengan berat hati tenaga medis saat ini terpaksa mulai memilih-milih nyawa pasien yang dirawat.
Pasalnya, ketersediaan ruangan dan alat di banyak rumah sakit mulai menipis, namun pasien Covid-19 yang masuk terus berdatangan dalam jumlah yang begitu besar.
Hal tersebut terungkap saat Irandi menjadi pembicara di acara Mata Najwa bertajuk 'Mata Najwa Takeover: Blak-blakan Dokter' yang disiarkan di Trans7 pada Rabu (23/6/2021) malam.
Irandi mengaku, saat ini ruang ICU di RS UI Depok sudah mengalami kelebihan kapasitas.
Alhasil tim medis harus cermat menentukan skala prioritas pasien mana yang memiliki peluang hidup lebih besar jika ditangani di ICU.
"Menentukan prioritas dari pasien mana yang akan lebih memberikan manfaat kalau dirawat di ICU. Dalam keadaan seperti ini bahasa kasarnya pilih-pilih nyawa," kata Irandi, Kamis (24/6/2021).
Irandi menjelaskan, sebagian besar pasien yang dirawat di ICU menggunakan alat bantu ventilator.
Bahkan, oksigen di rumah sakit juga mulai menipis sehingga para pasien harus menggunakan tabung oksigen sendiri.
Dalam berbagai kasus, kebanyakan pasien dirawat di ICU bisa mencapai 2 hingga 4 minggu.
"Bayangkan untuk menunggu sampai selama itu supaya bisa masuk ICU. Mungkin pasien akan sembuh selama perawatan di IGD, atau sayang sekali akan meninggal selama menunggu ICU," ungkapnya.
Irandi juga sempat melakukan video streaming penampakan IGD di RS UI Depok yang dipenuhi pasien Covid-19.
Saking penuhnya ruangan tersebut, ada pasien tidak mendapatkan ranjang dan terpaksa dirawat di IGD dalam kondisi duduk di kursi.
Tak hanya IGD, ruang ICU di rumah sakit tersebut juga tampak dipenuhi oleh pasien-pasien dengan kondisi berat.
Tim medis yang mengenakan APD lengkap tampak sibuk hilir mudik memastikan kondisi pasien yang dirawat di sana.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6001 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4682 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2660 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2323 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2238 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan