Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pasien Covid-19 Ngamuk Karena Tak Dapat Kamar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pasien Covid-19 ngamuk di RSUD Pasar Minggu ternyata karena dia tidak dapat kamar untuk dirawat karena rumah sakit penuh. Hal itu dipastikan Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko.
Dia mengatakan, amarah pasien Covid-19 itu meluap lantaran ingin segera mendapat kamar perawatan.
Awalnya, Bambang menjelaskan pihaknya telah menyelidiki asal muasal video viral tersebut.
Sementara pihak Puskesmas setempat membenarkan, pria yang mengamuk itu merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
“Terkait dengan informasi viralnya video sehubungan dengan pasien corona di RSUD Pasar Minggu yang mengamuk itu benar menurut pernyataan dari kepala Puskesmas kecamatan. Di mana saat itu saya meminta informasi apakah betul informasi terkait dengan itu dan beliau menjawab betul," imbuh Bambang melalui keterangan video, Jumat (25/6/2021).
Saat peristiwa itu berlangsung, Bambang mengungkapkan kondisi RSUD Pasar Minggu sudah penuh. Kendati sudah tiba di rumah sakit, pria tersebut tidak kunjung mendapatkan kamar perawatan. Hal inilah yang membuat pasien mengamuk dan melawan petugas medis.
"Dikatakan kondisi RSUD Pasar Minggu saat ini sudah penuh, tidak ada tempat lagi dan saat itu masuk pasien yang positif Covid," beber Bambang.
“Namun mereka mengamuk karena mereka menginginkan kamar dengan segera sehingga terjadilah seperti orang untuk melarikan diri," kata dia.
Saat ini, Bambang belum mengetahui kondisi pasien corona tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Apakah pasien itu dirawat di RSUD atau tidak kita belum mengetahui dengan pasti. Kepala Puskesmas pun belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut," imbuhnya.
Seperti diketahui, beredar video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam video yang beredar itu, pria yang disebut sebagai pasien suspek Covid-19 mengamuk dan diamankan dua orang Satpam dan seorang tenaga kesehatan yang menggunakan APD.
Pasien pria yang tengah dalam keadaan diinfus itu tampak mengamuk. Ia disebut memaksa pulang kendati masih dalam masa perawatan.
Dua orang satpam dan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang memakai APD terlihat memeganginya. Mereka berusaha menenangkan pria itu agar tidak kabur. Kini, diketahui dua orang satpam yang membantu mengamankan pasien tersebut dinyatakan positif corona.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan