Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Lampung dan Sulawesi Tengah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gempa bumi dengan Magnitudo 4,2 terjadi di dua wilayah, yakni Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis, pukul 05.11 WIB dan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu (30/6) malam pukul 21.50 WIB.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), www.bmkg.go.id, Kamis, gempa bumi di Tanggamus terjadi laut dengan kedalaman 5 kilometer, sedangkan di Morowali, gempa terjadi di darat pada kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa di Tanggamus berada pada koordinat 5,56 Lintang Selatan (LS) dan 104,62 Bujur Timur (BT) atau berada di laut 11 km Barat Daya Tanggamus.
Sedangkan pusat gempa di Morowali berada pada koordinat 2,66 LS dan 121,89 BT atau berada di darat 16 km Barat Daya Morowali.
Gempa dirasakan dengan di Ransiki skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) dengan penjelasan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Daerah yang merasakan gempa, antara lain Kota Agung (Tanggamus), kemudian Bahodopi dan Bungku Tengah di Morowali.
Sejauh ini, belum diketahui ada tidaknya dampak kerusakan atas gempa yang terjadi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2524 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun