Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bertentangan, Gereja Ini Izinkan Pernikahan Sesama Jenis
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gereja Methodist Inggris akhirnya memutuskan untuk memberikan izin pernikahan sesama jenis, sebuah keputusan yang bertentangan dengan Gereja Inggris.
Menyadur The Guardian Jumat (2/7/2021) Pendeta Sonia Hicks, presiden Methodis yang baru terpilih, mengatakan itu adalah "hari bersejarah bagi gereja".
Hicks, salah satu wanita yang keturunan Afro pertama yang menjabat, mendesak orang-orang "untuk saling mendukung dengan menghormati perbedaan".
Gereja Methodist adalah denominasi Kristen terbesar keempat di Inggris, dengan sekitar 164.000 anggota di lebih dari 4.000 gereja.
Pemungutan suara untuk mengizinkan pernikahan sesama jenis tersebut disahkan setelah perolehan suara menunjukkan 254-46 suara.
Mosi tersebut menuntut perubahan definisi pernikahan menjadi "persatuan seumur hidup dalam tubuh, pikiran dan jiwa dua orang yang dengan bebas memasukinya".
Konferensi tersebut juga memilih untuk mengakui, menerima, dan merayakan cinta dan komitmen pasangan hidup bersama yang belum menikah.
Pernikahan sesama jenis dilarang di Gereja Inggris dan Gereja Katolik Roma, tetapi diizinkan oleh Quaker di Inggris, Majelis Umum Gereja Kristen Unitarian dan Bebas, gereja Episkopal Skotlandia, dan Gereja Reformasi Bersatu.
Jayne Ozanne, seorang aktivis kesetaraan LGBT+ dan anggota badan penguasa C of E, Sinode Umum, mengatakan pemungutan suara tersebut mencerminkan “perubahan signifikan yang telah terjadi di antara sikap Kristen di Inggris".
"Rencana Tuhan untuk seks adalah satu pria, satu pernikahan wanita ... Setiap denominasi gereja – termasuk Methodis dan C of E – harus dengan percaya diri menyatakan visi ini, daripada mencerminkan zeitgeist." jelas Andrea Minichiello Williams, dari kelompok konservatif Christian Concern.
Setelah terpilih sebagai presiden pada hari Minggu, Hicks mengatakan saat konferensi tentang bibi buyutnya Lize, yang datang dari Jamaika dengan kartu keanggotaan Methodistnya ditolak dari gereja lokalnya karena dia berkulit hitam.
"Di dunia di mana orang-orang dikucilkan karena latar belakang etnis mereka, orientasi seksual mereka, jenis kelamin mereka atau hanya karena, seperti saya, mereka dibesarkan di dewan, saya percaya bahwa kita dipanggil untuk menunjukkan kasih Tuhan kepada semua orang, " jelas Hicks.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan