Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Mengeluh Sakit Perut, Rupanya Ada Gumpalan Rambut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dokter telah mengeluarkan gumpalan rambut besar dari perut seorang gadis berusia lima tahun, yang tidak mau berhenti memakan rambut. Gumpalan besar itu memiliki berat 1,5 kg.
Dikenal sebagai Sindrom Rapunzel, gumpalan rambut, juga disebut trichobezoar, sering disebabkan oleh trichophagia atau makan rambut kompulsif.
Awalnya, gadis itu dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh sakit dan bengkak di perutnya, serta kehilangan nafsu makan.
Dokter mengidentifikasi bahwa sumber rasa sakit itu adalah gumpalan rambut raksasa yang tertancap di perutnya.
Orang tua gadis itu mengakui bahwa dia telah memakan rambut selama dua setengah tahun terakhir.
Mereka dilaporkan mencoba menghentikannya dan bahkan terpaksa memotong rambutnya.
Tapi usaha mereka tidak berhasil dan dia malah mulai memakan rambut orang lain.
Dr. Vivek Bhadoo memimpin tim yang terdiri dari lima dokter dalam operasi untuk menghilangkan bezoar besar di sebuah rumah sakit sipil di Chandigarh, India.
Gumpalan rambut itu melengkung dan padat dengan ada bagian kecil berwarna kuning kehijauan yang menempel padanya.
Operasi untuk menghilangkan hairball memakan waktu lebih dari satu jam menurut dokter.
"Kondisi ini terutama terkait dengan orang yang menderita gangguan kejiwaan," kata Dr. Bhadoo.
"Namun, sangat jarang terjadi pada anak-anak. Di seluruh dunia, prevalensinya 0,3persen," ujarnya dilansir laman Mirror, Selasa (6/7/2021).
Dia sekarang dilaporkan dalam kondisi stabil.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan