Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Kemaluan Pria Ini "Dicubit" Ular Sanca Saat di Toilet
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Austria berusia 65 tahun merasa dicubit kemaluannya ketika menggunakan toilet. Ternyata ada ular sanca batik yang menggigitnya.
Menyadur Sky News, Selasa (6/7/2021), peristiwa tersebut terjadi di kediaman sang pria di Kota Graz, Austria. Dia mengaku merasa ada cubitan di area alat kelaminnya. Merasakan hal aneh, dia syok melihat ular sanca batik sepanjang 1,6 meter bersarang di toilet.
Ular piton yang bisa tumbuh hingga panjang hampir sembilan meter ini, diperkirakan menemukan celah ke toilet melalui saluran air.
"Tak lama setelah dia duduk di toilet, pria tersebut merasakan cubitan di area alat kelaminnya," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Korban mengalami luka ringan. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Meskipun rute yang dicurigai ular ke toilet tidak dapat dikonfirmasi, diperkirakan hewan tersebut kabur dari apartemen tetangga.
Seorang ahli reptil yang dihubungi oleh layanan darurat mengeluarkan ular itu dari toilet, membersihkannya dan mengembalikannya kepada pemiliknya.
Seorang tetangga berusia 24 tahun, yang memiliki 11 ular, dilaporkan ke kantor kejaksaan karena dicurigai merugikan orang lain, tambah polisi.
Ular sanca batik adalah ular terbesar di dunia dan tidak menyerang manusia secara alami. Namun, mereka akan mengerut atau menggigit jika mereka merasa terancam atau jika mereka mengira sesuatu sebagai makanan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan