Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Cium Aroma Bunga, Penyanyi Ini Malah Keracunan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang penyanyi dan penulis lagu asal Kanada, Raffaela Weyman menceritakan pengalamannya 'terbius' aroma bunga terompet kuning yang sangat melumpuhkan.
Menyadur Times Now News Selasa (06/07), wanita yang juga dikenal sebagai selebgram ini membuat konten saat mencium aroma bunga Angel's Trumpet berulang-ulang.
Seolah ketagihan, ia bersama temannya mencium aroma bunga berwarna kuning ini secara berkala tanpa menyadari bahwa itu beracun dan bisa membuatnya terbius.
Keesokan harinya, ia dan temannya mengabarkan mengalami sleep paralysis atau kelumpuhan tidur yang sangat buruk hingga ia menyebutnya sebagai 'mimpi buruk yang paling gila'.
Dalam unggahan video di media sosial, ia menuliskan penampilan bunga yang begitu cantik membuatnya tertipu dan ketagihan mencium aromanya.
"Kami berdua merasa sangat aneh dan harus pulang. Saya mengalami kelumpuhan tidur pertama saya dan mimpi buruk paling gila," tulisnya.
Dia juga mengungkapkan penampilan bunga yang disebut 'Angel's Trumpet.' bisa menipu. Bunganya berwarna kuning cerah terlihat cantik tapi aromanya yang menyengat bisa membuat terbius.
Dia mengatakan bahwa bunga itu sebenarnya sangat beracun dan sangat mampu menyebabkan 'halusinasi seperti zombie', tulisnya mengakhiri postingan dengan catatan peringatan.
Postingan itu jadi viral di semua platform media sosial dan netizen sangat tertarik dengan bunga tersebut. "Tapi seperti apa baunya? Aku sangat penasaran. Jelas, kalian menyukainya," canda seorang pengguna.
Mereka paling ingin tahu tentang bagaimana aroma yang sebenarnya. sedangkan yang lain prihatin dan berharap penyanyi itu baik-baik saja.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli