Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Usai Susu Beruang, Kini Kelapa Hijau Yang Diburu Warga
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pedagang kelapa hijau kebanjiran permintaan seiring adanya informasi bahwa air kelapa bisa membantu penyembuhan Covid-19. Ratusan kelapa hijau pun bisa habis hanya dalam dua hari.
Seperti yang dialami Untung (39), salah seorang penjual kelapa di Kota Cimahi. Dirinya mengaku sejak kasus Covid-19 kembali meningkat, penjualan kelapa hijau miliknya pun ikut naik.
"Naiknya sih mulai kelihatan sejak Idul Fitri. Tapi makin ke sini makin banyak yang nyari," ujar Untung.
Sebelumnya, terang Untung, untuk menjual sekitar 150 butir kepala hijau butuh waktu sekitar sepekan. Namun belakangan ini hanya butuh sekitar dua hari untuk menjual habis ratusan butuh kelapa.
"Sekarang banyak yang nyari itu kelapa butiran sama kelapa hijau. Naiknya memang sampai 2 kali lipat," ujarnya.
Untung menjual kepalanya dengan harga Rp8.000 per butir. Artinya jika hanya dalam dua hari bisa terjual 150 butir, ia bisa mendapatkan sekitar Rp1.200.000.
"Yang nyari ke sini katanya buat obat. Saya ambil kelapanya dari Tasik," ucap Untung.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cimahi, Zakaria Anshori mengatakan, air kelapa mengandung elektrolit yang cukup tinggi.
Air kelapa kaya akan kandungan kalium dan sodium yang merupakan salah satu senyawa pembentuk elektrolit.
Kandungan tersebut bisa mengembalikan daya tahan tubuh yang menurun akibat kekurangan cairan (dehidrasi). Di air kelapa itu banyak mengandung elektrolit tinggi.
"Kalau kita minum air kelapa otomatis kadar elektrolit akan kembali. Prinsipnya untuk menaikan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh turun itu salah satunya karena dehidrasi, kurang minum," jelas Zakaria.
Seperti diketahui, daya tahan tubuh menjadi salah satu penangkal virus seperti Covid-19.
Sangat masuk akal jika kini kelapa hijau semakin diburu masyarakat di tengah lonjakan kasus Covid-19.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2281 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan