Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Wisman Kerap Rutin Meditasi di Pohon Kayu Putih
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bagi krama Bali yang senang melakoni spiritual maupun meditasi setidaknya dapat mencoba tangkil di pohon Kayu Putih, Desa Adat Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Tidak hanya krama Bali, warga luar Bali bahkan wisatawan mancanegara telah mencoba melakukan meditasi di pelinggih tepat berada di sisi salah satu sudut Pohon Kayu Putih tersebut.
Kedatangan mereka untuk melakukan meditasi memang tidak ditentukan harinya. Jadi, mereka bisa datang kapan dan jam berapa saja tergantung kondisi perasaan mereka.
"Bagi para krama berkeinginan tangkil guna melakukan meditasi cukup hanya membawa Pejati saja. Selain itu, sebelum melakukan meditasi para krama perlu memendak Pemangku di Pura Babakan tersebut guna menghaturkan Canang Pejati dibawa krama. Baru selanjutnya bersembahyang kemudian para krama dapat melakukan meditasi," papar Penyarikan Pura Babakan, I Made Kurna Wijaya, Sabtu (10/7) saat ditemui langsung di kediamannya.
Biasanya, kata dia, para krama melakukan meditasi di dalam areal pelinggih dan ada juga melakukan meditasi di sela-sela akar pohon atau tepat berada di bawah Pohon Kayu Putih tersebut.
"Untuk jam melakukan meditasi juga sama tidak ditentukan, semua tergantung dari perasaan para krama untuk bermeditasi. Dan tidak ada pantangan apapun untuk datang melakukan meditasi," ujarnya.
Disebutkan wisatawan dari mancanegara melakukan meditasi itu untuk rehabilitasi Narkoba. Mereka biasa datang berkelompok atau bercampur. Ada dari Amerika, China pokoknya dari beberapa negara dan mereka datang secara rutin dimulai dari tahun 2014. Namun, karena ada Pandemi, mereka berhenti datang sementara melakukan meditasi.
Selain dimanfatkan untuk meditasi, di Pelinggih di Pohon Kayu Putih juga dimanfatkan oleh masyarakat di sekitar memohon terang (Penerangan) agar tidak turun hujan saat pelaksanaan kegiatan upakara adat.
Untuk yang berstana di pelingih Pohon Kayu Putih tersebut menurut para leluhur atau pengelingsir maupun para krama yang sempat melakukan meditasi diyakini berwujud Pendeta lingsir (tua) berjanggut panjang dan membawa Tungked (Tongkat).
"Beliau dapat dilihat dan berinteraksi langsung dengan krama yang melakukan meditasi," ucapnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 556 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 419 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 417 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan