Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sopir Bus Selamatkan 25 Anak dari Kebakaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang sopir bus di Italia dipuji karena berhasil menyelamatkan 25 anak sekolahnya, setelah mengetahui ada masalah dengan kendaraannya sebelum terbakar.
Bus, yang mengangkut anak-anak berusia antara 14 dan 16 tahun ke kamp musim panas, terbakar di sebuah terowongan sekitar 50 mil (80 km) utara Milan.
Dilansir laman BBC, Rabu (14/7/2021), petugas pemadam kebakaran pun dengan sigap tiba di lokasi dan memadamkan api.
Rekaman yang dirilis oleh pemadam kebakaran menunjukkan, asap mengepul keluar dari terowongan dan antrian panjang lalu lintas.
Tujuh anak dibawa ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan karena menghirup asap, situs berita Lecco melaporkan.
Lima tim pemadam kebakaran dari provinsi Lecco dan Bellano di Lombardy, dikirim ke tempat kejadian setelah diberitahu tentang insiden tersebut sekitar pukul 10:00 waktu setempat (08:00 GMT) pada Selasa (13/7/2021).
Seorang petugas pemadam kebakaran mengatakan kepada kantor berita Italia Adnkronos bahwa kebakaran mungkin disebabkan oleh ban yang pecah.
Jalan ditutup sementara operasi penyelamatan berlangsung di sepanjang State Road 36 - rute utama yang menghubungkan Lecco ke lembah Valtellina.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2798 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun