Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perusahaan Ini Buat Aksesori Senjata Api Yang Mirip Lego
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah perusahaan pembuat senjata di Amerika Serikat picu kontroversi setelah menjual aksesori yang membuat pistol Glock asli terlihat seperti pistol mainan anak-anak.
Menyadur New Straits Times, Rabu (14/7/2021), sebuah perusahaan pembuat senjata, Culper Precision, mendapat kecaman setelah membuat aksesori senjata mirip Lego.
Pabrikan yang berbasis di Utah tersebut membuat aksesori penutup senjata api dengan tampilan yang berwarna warni yang mereka sebut Block9.
"Inilah salah satu mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan," tulis Culper Precision di postingannya pada 24 Juni.
Aksesori penutup senjata tersebut dijual dengan harga antara USD 549 - USD 765 atau sekitar Rp7,9 juta hingga Rp11 juta.
Dengan tampilan yang berwarna-warni dan desain yang sangat mirip dengan mainan produksi Lego, aksesori tersebut mendapat protes dari berbagai pihak.
Lego, perusahaan mainan asal Denmark, mengirim surat resmi yang berisi permintaan untuk menghentikan produksi cover senjata berwarna merah, biru dan kuning tersebut.
"Organisasi kami menjangkau Lego, yang kemudian mengirim surat penghentian kepada pembuat senjata," kata Shannon Watts, pendiri kelompok advokasi kontrol senjata, Moms Demand Action.
Watts mengatakan kepada Washington Post bahwa reaksi pertamanya setelah melihat aksesori senjata itu sangat kecewa dan mengatakan produk itu akan membunuh anak-anak.
Watts menekankan bahwa kasus penembakan yang tidak disengaja di AS telah meningkat sebesar 30 persen pada tahun lalu.
Pada tahun 2021 telah terjadi lebih dari 165 penembakan tidak disengaja oleh anak-anak di AS, menurut organisasi Everytown.
Everytown juga mengungkapkan bahwa pada 2020, sedikitnya 142 orang meninggal akibat penembakan yang tidak disengaja oleh anak-anak di bawah umur.
CEO Culper Precision, Brandon Scott, mengkonfirmasi kepada Washington Post bahwa dia telah menerima pemberitahuan resmi dari Lego mengenai produknya.
Brandon Scott mengatakan pihak perusahaan telah memutuskan untuk mematuhi imbauan dan menghentikan produksi aksesori itu, setelah terjual kurang dari 20 item.
Kontroversi aksesori itu muncul pada saat Presiden Joe Biden memprioritaskan perang melawan epidemi kekerasan senjata yang marak di AS.
Biden kemudian menyampaikan langkah-langkah pada bulan Juni untuk membatasi peredaran senjata api di tingkat federal, namun masih digodok di Kongres.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan