Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Lonjakan Kasus Covid-19, Muncul Kluster Karaoke Plus-Plus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Singapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19 terbesar dalam 10 bulan terakhir setelah satu kluster terdeteksi di sebuah karaoke plus-plus.
Menyadur Al Jazeera Sabtu (17/7/2021), Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 56 kasus pada hari Rabu (14/7). Sebanyak 42 kasus terdeteksi di klaster karaoke.
Kluster karaoke pertama kali terdeteksi ketika seorang wanita Vietnam mengunjungi dokter karena mengalami masalah pernapasan akut pada Minggu.
Wanita Vietnam tersebut memasuki Singapura pada Februari 2021 menggunakan visa jangka pendek dan disponsori oleh sang pacar yang seorang warga Singapura.
Pihak berwenang berhasil melacak bahwa wanita tersebut sempat mengunjungi tempat karaoke. Setelah itu, kasus lain mulai terdeksi.
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) langsung terjun menginvestigasi penyebaran di kalangan pramuria yang kerap berpindah-pindah belasan KTV yang berbeda lokasi.
Jumlah kasus Covid-19 langsung melonjak drastis, dari 12 kasus pada Selasa (13/7) tembus 120 kasus hingga Jumat (16/7).
Meskipun aturan pembatasan sudah dicabut, Pemerintah Singapura masih melarang kelab malam dan karaoke untuk buka.
"Setiap outlet yang menyediakan layanan, permainan dadu, dan semua kontak yang sangat dekat ini, tidak pernah diizinkan," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung kepada Channel News Asia.
Setelah terjadi kluster tersebut, Ong Ye Kung memperingatkan polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar.
Polisi Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menangkap 20 wanita pada Rabu malam, di antaranya warga Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, atas dugaan kegiatan di karaoke KTV.
Today melaporkan bahwa tiga operator karaoke sedang diselidiki karena melanggar aturan jarak sosial, tetapi tidak terkait dengan kluster.
Ong mengatakan tidak ada rencana untuk kembali menerapkan pembatasan yang baru-baru ini dilonggarkan setelah kluster tersebut ditemukan.
Di antara mereka yang terinfeksi juga seorang penumpang kapal pesiar yang dibawa ke rumah sakit pada hari Rabu. Hampir 3.000 penumpang dan awak saat ini diisolasi, menunggu hasil tes keluar.
Pada bulan Mei, Singapura telah memberlakukan pembatasan khusus yang bertujuan memperlambat penyebaran varian Delta.
Pembatsan ini juga bertujuan untuk menyelesaikan program vaksinasi yang ditargetkan mencapai dua pertiga dari populasinya pada 9 Agustus.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan