Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Rusa Liar Berkeliaran di Sekitar Pelabuhan Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seekor rusa yang berada di Hutan Cekik Taman Nasional Bali Barat (TNBB) menghebohkan warga di sekitar Pelabuhan Gilimanuk Melaya Jembrana.
Dari pantauan di lokasi, seekor rusa terlihat berkeliaran di dekat Pelabuhan Gilimanuk. Diduga rusa yang sudah cukup dewasa ini berasal dari Taman Nasional Bali Barat, yang lokasinya berdekatan dengan pelabuhan.
Menurut Lurah Gilimanuk, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, ia langsung melaporkannya ke pihak TNBB.
"Ada laporan dari petugas di Pelabuhan Gilimanuk jika ada seekor rusa keluar hutan dan berkeliaran di sebelah terminal Gilimanuk, " kata Lurah Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma, Minggu (29/08/2021).
Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat, Agus Ngurah K. mengatakan telah menindaklanjuti informasi tersebut dan menerjunkan petugas untuk melakukan pencarian.
Hingga Minggu pagi, petugas dari TNBB mencari rusa di sekitar lokasi tempat terakhir dilihat warga.
"Tadi sempat lari masuk ke semak-semak dekat Terminal Gilimanuk, terakhir berlarian di dalam terminal," kata salah seorang warga yang melihat Rusa tersebut.
Karena terlihat liar berlarian dan ketakutan, warga tak berani menangkapnya. Akhirnya kejadian ini dilaporkan ke Kelurahan setempat dan diteruskan ke TNBB.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun