Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pria Ini Ditembak Mati Setelah Tikam 6 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Selandia Baru menikam 6 orang karena terinspirasi oleh ideologi ISIS. Pelaku selama ini sudah diintai polisi dan diketahui sebagai ektremis kejam.
Pelaku langsung ditembak mati oleh polisi dalam waktu 60 detik setelah memulai serangannya di toko Countdown di Auckland. Menyadur Sky News Jumat (3/9/2021), pria itu adalah warga negara Sri Lanka dan tinggal di Selandia Baru sejak 2011.
"Seorang ekstremis yang kejam melakukan serangan teroris terhadap warga Selandia Baru yang tidak bersalah," kata Jacinda Ardern pada hari ini.
Pria yang tak disebutkan namanya itu telah dikenal oleh banyak agensi sejak 2016. "Ini adalah seseorang yang dikenal oleh badan keamanan nasional kami dan menjadi perhatian dan dipantau terus-menerus. Sangat sedikit yang termasuk dalam kategori ini."
Polisi yang mengikuti pria itu mengira dia pergi ke supermarket New Lynn untuk berbelanja, dia mengeluarkan pisau besar dan mulai menikam orang. "Ada seseorang di sini dengan pisau ... dia punya pisau," kata seseorang dalam video yang diposting online setelah serangan itu.
Yang lain merekam suara sepuluh tembakan yang ditembakkan secara berurutan. "Kami benar-benar melakukan segala kemungkinan untuk memantaunya dan fakta bahwa kami dapat melakukan intervensi begitu cepat, dalam waktu kira-kira 60 detik, menunjukkan seberapa dekat kami mengawasinya," kata Komisaris Polisi Andrew Coster.
Digambarkan sebagai "serigala tunggal", Ardern mengatakan penyerang adalah "pendukung ISIS" dan terinspirasi oleh ideologi ekstremis. Pria itu tidak diizinkan untuk ditahan di penjara oleh hukum, katanya.
Dari enam orang yang terluka, tiga dalam kondisi kritis, satu dalam kondisi serius dan satu lagi dalam kondisi sedang, kata Layanan Ambulans St John dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.
Ardern mengatakan setiap serangan balik terhadap komunitas Muslim "akan salah", dan mengatakan penyerang "adalah yang bertanggung jawab, bukan orang lain".
"Apa yang terjadi hari ini tercela, itu kebencian, itu salah. Itu dilakukan oleh individu, bukan keyakinan," tambahnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan