Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Koki Ini Tewas Digigit Ular Kobra Yang Akan Ia Masak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang koki di China tewas diserang kepala ular kobra yang sudah ia penggal. Menyadur The Quint Jumat (3/9/2021), kepala ular itu masih bisa menggigit meskipun sudah terpisah dari tubuhnya.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 2014 lalu, namun masih menjadi topik hangat hingga saat ini. Koki bernama Peng Fan dari Foshan, provinsi Guangdong, Cina Selatan, ini sedang membuat sup dari daging ular kobra.
Hal pertama yang ia lakukan adalah memotong kepala kobra, menyisihkan dan mulai menyiapkan sup. Ketika dia kembali untuk mengambil daging ular dan membuang kepalanya yang sudah terpisah, tiba-tiba kepala itu menggigitnya hingga ia tewas.
Para tamu di restoran mendengar keributan sebelum mencari tahu apa yang terjadi. Pada saat polisi dan ambulans tiba di sana, Peng Fan sudah meninggal.
Seorang polisi juga mengatakan bahwa racun kobra ini sangat buruk karena mengandung neurotoksin yang dapat membunuh atau melumpuhkan seseorang dalam waktu 30 menit.
Ular yang sudah dipenggal, termasuk dari jenis kobra, masih bisa bereaksi hingga satu jam setelah ia dieksekusi. Jadi sebenarnya hal ini sangat umum terjadi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun