Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Viral Diduga Maling Motor, 2 Pria Diamuk Massa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video diduga maling motor diamuk massa di Tangerang, viral di media sosial. Diduga pelaku berjumlah dua orang. Video viral itu diunggah sejumlah akun Instagram. Salah satunya akun Instagram @jabodetabekcom, Selasa (7/9/2021).
Dalam narasinya, peristiwa terduga maling diamuk massa itu terjadi di Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pagi tadi. Keduanya tertangkap oleh warga. Tak ayal, kedua terduga pelaku maling motor itu pun jadi bulan-bulanan warga yang geram.
“Belum diketahui kronologi lengkapnya. Kejadian ini pagi sekitar pukul 7:00 WIB. Selasa (7/9/2021),” tulis akun @jabodetabekcom.
Dalam video viral yang diunggah @jabodetabekcom, tampak seorang pria terduga maling motor, tengah berjalan dan dihujani bogem mentah oleh warga. Pria berjaket hitam itu hanya bisa pasrah mendapat amukan dari warga.
Sementara di video yang diunggah akun @infotangerangkota, terlihat dua terduga maling motor terbaring di tanah dengan kondisi tangan terikat ke belakang.
Video viral itu mendapat ragam komentar dari warganet. Salah satunya dari akun @pesarkassss_handall.
“Dikomplek gw malingnya, pura-pura tidur di samping kuburan,” tulisnya.
“Waduh suka kasian ya,tapi dia raja tega,” tulis @hilman_deden di kolom komentar postingan video @infotangerangkota.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3608 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1173 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1032 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 715 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun