Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Ribuan Emprit Mati Dikubur di Setra Adat Banjar Sema
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ribuan ekor burung emprit (pipit) yang jatuh dan mati dikubur di Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. Penguburan dilakukan oleh warga setempat beserta Sekaa Teruna.
Saking banyaknya, bangkai burung diangkut dengan kereta dorong. Warga juga secara khusus membuatkan liang kubur untuk ribuan ekor burung emprit ini.
"Penguburan ribuan bangkai burung emprit kami lakukan Kamis kemarin sore," ujar Kadus Banjar Sema, I Wayan Ari Partama saat dikonfirmasi Jumat (10/9).
Dikatakan, warga Banjar Sema Pering bergotong royong untuk mengubur ribuan bakai burung tersebut. Dalam prosesi penguburan tersebut juga ada prosesi khusus mengupacarai burung tersebut. "Sesuai kepercayaan kami siapkan pejati, dan canang sari, dipimpin oleh pemangku setempat," ujar kelian dinas Banjar Sema, Desa Pering, Ari Partama.
Sementara itu, Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar mengambil sampel burung untuk dibawa ke BKSDA.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Peternakan Made Santiarka mengatakan, pihak telah mengambil sampel burung tersebut. Namun pihaknya tidak bisa menyampaikan hasilnya. Karena ranahnya BKSDA. "Hasilnya belum tahu, menunggu dari BKSDA," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7731 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan