Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Bahaya Kecanduan Film Porno, Penontonnya Naik Saat Pandemi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Berdasarkan banyak hasil studi kecanduan menonton video porno dapat memengaruhi kehidupan dan kesehatan seseorang.
Beberapa dampak candu video porno di antaranya dapat memengaruhi kehidupan seksualitas, hubungan, dan citra tubuh seseorang.
Dikutip dari Verry Well Mind, usia rata-rata orang mulai terpapar pornografi pertama kali adalah remaja 14 tahun. Namun ada juga laporan yang menyebut anak usai 12 tahun yang sudah mulai menyaksikan video porno.
Dampak Covid-19 dan menonton pornografi
Pandemi Covid-19 telah mengubah beberapa aspek kehidupan. Mulai dari gaya hidup dan rutinitas yang harus dari rumah. Begitu juga kebiasaan menonton pornografi secara streaming, yang dilaporkan meningkat 24 persen pada pertengahan Februari dan Maret 2020 lalu.
Data tersebut dikumpulkan dari 27 negara yang memiliki beberapa tingkat kebijakan penguncian atau lockdown. Ketika survei dilakukan, tercatat ada peningkatan akses situs porno sebesar 31 persen pada jam 3 pagi.
Selain itu, akses video pornografi di jam 1 siang juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 26 persen. Padahal akses pornografi berlebih dapat menimbulkan dampak negatif mulai dari gangguan pola tidur hingga penurunan produktivitas kerja.
Dampak buruk dari kecanduan pornografi
Adapun dampak pornografi yang bisa membahayakan seseorang adalah, mereka akan menetapkan standar kecantikan dan ketampanan setelah menonton pornografi.
Tak hanya itu, dampak lainnya juga bisa menciptakan ketidakpuasan kualitas hubungan asmara dengan pasangan, dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Ketidakpuasan ini berkaitan dengan tekanan psikologis, di mana remaja perempuan lebih rentan mengalami setelah menonton pornografi.
Selain itu, kecanduan pornografi juga berdampak pada kepuasan seksual yang negatif. Hal ini telah diungkap lewat survei sebanyak 6.400 pengguna berusia muda.
Masalah lain yang dihadapi akibat kecanduan pornografi juga mengarah pada gairah seks lebih rendah dan sulit mencapai orgasme bagi wanita dewasa serta disfungsi seksual laki-laki pria.
Kecanduan pornografi juga mengakibatkan dampak agresif mulai dari praktik pemerkosaan, pelecehan seksual, hingga membentuk perilaku seksual yang lebih parah.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1469 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1236 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 685 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 577 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung