Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Bali Jadi Proyek Perdana PSEL Nasional, Targetkan Akhiri Krisis Sampah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah puluhan tahun persoalan sampah menjadi tantangan di berbagai daerah, pemerintah akhirnya memulai langkah besar dengan menjadikan Bali sebagai lokasi pertama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam program nasional waste to energy.
Pembangunan fisik PSEL resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di atas lahan seluas enam hektare di kawasan Suwung, Denpasar, Rabu (8/7/2026). Proyek yang dikelola Danantara ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional sebelum diterapkan di berbagai daerah lainnya.
"Bali menjadi yang pertama. Setelah ini akan ada delapan lagi," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat peresmian.
Pemilihan Bali sebagai proyek perdana dinilai bukan tanpa alasan. Selain menghadapi persoalan sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, Pulau Dewata juga merupakan wajah utama pariwisata Indonesia sehingga keberhasilan pengelolaan sampah akan berdampak terhadap kualitas lingkungan sekaligus citra Indonesia di mata dunia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut pembangunan PSEL Bali menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah nasional.
"Groundbreaking pertama dilakukan di Bali. Harapannya, peresmian pertamanya juga nanti di Bali," ujarnya.
Berbeda dengan tempat pemrosesan sampah konvensional, fasilitas ini menggunakan teknologi waste to energy berbasis insinerator yang mampu mengolah sampah baru maupun timbunan sampah lama menjadi energi listrik. Pemerintah menegaskan, listrik yang dihasilkan merupakan nilai tambah, sementara tujuan utamanya adalah mengurangi volume sampah secara signifikan.
Baca juga:
AMDAL Belum Tuntas, PSEL Bali Tetap Melaju
PSEL Suwung dirancang memiliki kapasitas pengolahan sedikitnya 1.200 ton sampah setiap hari yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, dua wilayah dengan produksi sampah terbesar di Bali.
Teknologi yang digunakan disebut telah diterapkan di berbagai kota besar dunia seperti Tokyo dan Shanghai. Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap pengelolaan sampah tidak lagi identik dengan pencemaran dan bau menyengat, melainkan menjadi fasilitas modern yang lebih ramah lingkungan.
Selain sebagai mitra investasi, Danantara juga bertanggung jawab memastikan proyek berjalan sesuai jadwal. Hal ini menjadi perhatian mengingat sejumlah proyek strategis di Bali sebelumnya sempat mengalami keterlambatan.
"Kami memastikan pembangunan berjalan sesuai waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Bali," kata Rosan.
Gubernur Bali Wayan Koster optimistis pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 bulan atau paling lambat akhir 2027. Menurutnya, kehadiran PSEL akan menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini membayangi Bali.
"Kalau fasilitas ini selesai, bukan hanya lingkungan menjadi lebih sehat, tetapi citra pariwisata Bali juga akan meningkat," ujarnya.
Pemerintah menargetkan keberhasilan proyek di Bali menjadi pijakan untuk mempercepat pembangunan fasilitas serupa di berbagai daerah. Setelah Bali, delapan proyek PSEL lainnya dijadwalkan menyusul, sementara secara nasional pemerintah menyiapkan pembangunan hingga 24 fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Melalui proyek ini, pemerintah berharap sistem pengelolaan sampah nasional dapat bertransformasi dari pola pembuangan terbuka menuju pengolahan modern yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan peningkatan volume sampah di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3625 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1195 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1176 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1042 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun