Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
PPKM di Bali Turun Level 3, Jembrana Belum Bisa Terapkan PTM
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pascapengumuman Pemerintah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali turun menjadi level 3, namun untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) belum bisa dilaksanakan.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Jembrana I Nengah Tamba Rabu (15/00/2021). Tamba mengungkapkan pembelajaran tatap muka masih dirancang agar benar siap. Khususnya sekolah sekolah baik SD dan SMA.
"Saat ini kasus positif memang sudah turun dan level PPKM juga turun. Namun, penurunan kasus dan level PPKM tersebut diharapkan tidak membuat lengah masyarakat. Protokol kesehatan harus tetap diutamakan sehingga kasus Covid-19 bisa dikendalikan," ujar Tamba.
Tamba menambahkan, setelah Bali turun dari level 4 menjadi level 3, dimungkinkan PTM bisa dilaksanakan. Namun dengan prokes yang sangat ketat yang sebelumnya sekolah sudah melakukan uji coba mekanisme PTM beberpa waktu lalu.
Selain itu, di Kabupaten Jembrana target vaksinasi belum tercapai 100 persen. Sehingga kasus terpapar covid-19 masih terjadi. Untuk itu Satgas Covid-19 masih terus berupaya melalukan vaksinasi door to door. Disamping itu penanganan pasien covid-19 dengan sistem isolasi terpusat terus dilakukan sehingga mampu menekan kasus covid-19.
"Bagaimana caranya agar capaian vaksinasi bisa segera 100 persen, ya dengan dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menjalani vaksinasi," tutup Tamba.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3625 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1210 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1196 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1043 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun