Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Temukan Buku Tentang Seks Anal, Orangtua Murid Ngamuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang orang tua siswa menyela rapat dewan dengan berapi-api karena menemukan buku tentang seks anal di perpustakaan sekolah anaknya. Kara Bell masuk ke ruang rapat dewan Distrik Sekolah Independen Lake Travis yang sedang membahas keuangan dan tanggapan terhadap virus corona.
Menyadur New York Post Senin (20/9/2021), Kara Bell prihatin karena perpustakaan menyediakan novel tahun 2015 berjudul 'Out of Darkness' karangan Ashley Hope Pérez.
Novel dewasa muda itu menggambarkan 'cornholing' yang merupakan eufemisme untuk seks anal. "Tidak akan berbohong, saya harus mencari 'cornhole' di Google. Menurut Wikipedia, itu adalah bahasa gaul seksual vulgar untuk anus."
"Dalam bentuk kata kerja cornhole, mulai digunakan tahun 1930-an, berarti melakukan seks anal," ujarnya. Saya tidak ingin anak-anak belajar tentang seks anal di sekolah menengah.”
Mikrofonnya langsung dimatikan, tapi itu tidak menghentikannya agar buku itu dipindahkan dari perpustakaan Sekolah Menengah Hudson Bend dan Sekolah Menengah Bee Cave.
Distrik Sekolah Independen Lake Travis menarik buku itu dari perpustakaan sekolahnya setelah keluhan Kara Bell.
“Sebuah distrik memiliki keleluasaan yang signifikan untuk menentukan isi perpustakaan sekolahnya,” kata seorang juru bicara kepada KXAN.
“Namun, sebuah distrik harus menjalankan kebijaksanaannya dengan cara yang konsisten dengan Amandemen Pertama.”(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan