Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Anjing dengan Telinga Terpanjang Pecahkan Rekor Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lou, seekor anjing coohoud warna hitam cokelat berhasil memecahkan rekor dunia karena memiliki telinga yang sangat panjang. Menyadur United Press International (UPI) Senin (27/9/2021), telinga Lou memiliki panjang hingga 12,38 inci. Sangat panjang jika dibandingkan anjing-anjing lainnya.
Anjing milik Paige Olsen ini menarik perhatian pihak Guinness World Record dan mereka memastikan jika Lou berhak atas rekor telinga anjing terpanjang di dunia.
Olsen mengatakan dia selalu tahu telinga Lou sangat panjang tapi dia baru memutuskan untuk mengukurnya saat kuncian selama pandemi.
"Semua coonhound hitam dan cokelat memiliki telinga panjang yang indah, beberapa lebih panjang dari yang lain," ujar Olsen, teknisi veteriner kepada Guinness.
Olsen mengatakan telinga Lou yang sangat panjang tidak menyebabkan komplikasi medis pada anjingnya. "Tentu saja semua orang ingin menyentuh telinga, mereka sangat mudah jatuh cinta hanya dengan satu penampakan," katanya.
Olsen mengatakan Lou juga merupakan pesaing di pertunjukan anjing dan telah mendapatkan gelar dari American Kennel Club dan Rally Obedience.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun