Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Viral Video Perkelahian, 2 Kelompok Pemuda di Tabanan Diciduk
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beberapa hari terakhir sebuah video yang memperlihatkan dua kelompok pemuda saling baku hantam di lokasi yang diduga di Bypass Ir Soekarno, Kediri Tabanan viral.
Hingga pihak Polres Tabanan melakukan penelusuran pada video tersebut dan diamankan sepuluh pemuda yang rata-rata berusia belasan tahun. Dari hasil penelusuran pihak kepolisian, perkelahian itu terjadi pada hari Minggu, (26/9) sekitar Pukul 20.30 WITA.
Lokasi pastinya di sebuah Warung Kopi di depan Supermarket Vista, Jalan Bypass Ir Soekarno yang termasuk Banjar Jagasatru Desa Kediri. Pengungkapan kasus ini berawal dari diketahuinya salah seorang pelakunya bernama Robi Susanto, usia 21 tahun kelahiran Lombok.
Selanjutnya Robi diamankan di Polres Tabanan. Dari sini, tim Reserse Kriminal Polres Tabanan mengamankan pelaku perkelahian lainnya.
Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra menerangkan, peristiwa ini berawal mula dari pertemuan antara Ad, usia 18 tahun kelahiran Jember dan Yg, usia 17 tahun beralamat di Banjar Anyar di Pantai Batu Tampih, Kediri seminggu yang lalu.
Saat itu Ad berkata bahwa Yg sudah mempunyai satu anak. Karena ucapan tersebut Yg merasa tersinggung. Kemudian Minggu (26/9) Pukul 20.30 WITA, Ketika Yg bersama dengan teman-temannya ingin bermain bilyar dan melintas di depan Toko Grosir Vista di wilayah Kediri Tabanan, tidak terduga melihat Ad sedang minum kopi bersama temannya, spontan Yg mendatangi Ad kemudian menanyakan perkataan saat di Pantai Batu Tampih soal dirinya yang telah memiliki anak.
Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan Yg langsung memukul Ad, melihat Ad di pukul kemudian temannya Ad bernama Sahrul Gunawan, usia 24 tahun kelahiran Bondowoso mencoba melerai, namun malah diserang dan di keroyok oleh rekan-rekan Yg, spontan rekan-rekan Sahrul Gunawan dan Ad juga membalas menyerang sehingga terjadilah perkelahian antar dua kelompok.
“Akhirnya dilerai oleh satpam RS Puri Bunda dan penjual kopi yg ada di lokasi tersebut,” kata AKBP Ranefli.
Dijelaskan pula, rata-rata para pelaku perkelahian ini merupakan anak putus sekolah dan mereka merantau ke Bali untuk bekerja. Hampir seluruhnya merupakan pekerja serabutan.
“Pada usia ini mereka harusnya mendapatkan perhatin dari orang tua. Apalagi kami sedang fokus pada pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan