Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Poster Liar di Sesetan Diberangus, Pengusaha di-"Warning"
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Poster liar di lingkungan Kelurahan Sesetan diberangus oleh Tim kebersihan Kelurahan Sesetan, pada Kamis (30/9).
Umumnya poster ini dipasang di pohon-pohon dan tiang listrik. Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati mengatakan pihaknya ini menciptakan Kelurahan Sesetan yang aman, nyaman dan bersih. Jika petugas menemukan poster terpasang pihaknya langsung melepasnya.
"Untuk itu tim kami setiap hari melakukan penyisiran dan membersihkan poster-poster liar," ungkap Karyawati.
Setiap kegiatan penyisiran pihak Kelurahan juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengusaha agar tidak memasang poster, spanduk dll sembarangan. Jika ingin memasang poster diarahkan untuk meminta izin ke Pemerintah Kota Denpasar. Dengan demikian Kota Denpasar akan tertata dengan rapi dan menjadi indah.
"Kalau tidak ada izin kami akan bersihkan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya juga meminta semua pihak untuk ikut bekerjasama menjaga maupun merawat kebersihan di Kelurahan Sesetan pada khususnya Kota Denpasar pada umumnya agar lingkungannya selalu indah dan rapi.
"Dengan tidak memasang poster sembarangan yang merusak kecantikan kota. Untuk mempercantik kota Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta membuat telajakan di masing-masing rumahnya. Dengan demikian wajah kita akan semakin cantik," pungkasnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3650 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1315 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1059 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun