Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Insentif Tidak Cair, Bendesa Adat di Gianyar Pasrah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bendesa Adat Kabupaten Gianyar yang tidak pernah menerima insentif sejak Oktober 2020 hingga kini memasrahkan kepada Pemkab Gianyar karena mereka yakin pemerintah sudah melakukan yang terbaik.
"Kami sepakat untuk mempercayakan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Bupati," ungkap Ketua Pasubayan Bendesa Kecamatan Gianyar Ngakan Putu Sudibya, Kamis (7/10).
Baca juga:
Ukiran Ruang Pintu Sekolah di Gianyar Ambruk
Ngakan Sudibya menjelaskan beberapa kali Bendesa sudah bertemu dengan Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Dalam pertemuan pun sudah dijelaskan kondisi keuangan daerah yang menurun akibat Covid-19.
"Menyebabkan sejumlah program ditunda sementara termasuk di dalamnya pembayaran insentif. Maka itu, kami percayakan sepenuhnya kepada Bapak Bupati," tegas Sudibya yang Bendesa Adat Suwat ini.
Sudibya justru mengapresiasi komitmen Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra dalam membangun desa adat. Berbagai program prioritas untuk desa adat tetap dijalankan walau dalam tekanan pandemi covid19.
"Bupati juga selalu rajin turun dalam setiap kegiatan Desa Adat yang ada di seluruh Gianyar," ungkapnya.
Menurut Ngakan Sudibya, komitmen pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memberdayakan potensi ekonomi di Desa Adat juga sangat tinggi. Dalam kondisi pandemi Covid-19 sejumlah pasar tradisional milik desa adat di bangun dari berbagai sumber dana.
"Itu bukti nyata komitmen Bupati untuk membangun kemandirian ekonomi di desa adat," pujinya.
Hal senada juga diungkapkan Bendesa Adat Padpadan Gianyar Made Suarsana. Katanya, komitmen Bupati Gianyar untuk membangun Desa adat tidak perlu diragukan lagi. Dalam kondisi covid-19 beliau tetap bersemangat untuk membangun desa adat.
"Komunikasi para Bendesa dengan bapak bupati juga sangat cair dan penuh kekeluargaan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, terhitung selama 12 bulan, Bendesa Adat se-Kabupaten Gianyar tidak pernah menerima insentif. Tepatnya sejak Oktober 2020 hingga kini. Daripada memberikan harapan palsu (PHP), insentif ini lebih baik dihapus.
Terlebih jabatan Bendesa Adat identik dengan istilah ngayah. Menurut sejumlah Bendesa, adanya program pemberian insentif membuat mereka selalu berharap. Padahal dulu, tanpa insentif pun mereka tetap ngayah memimpin desa Adat.
"Kalau memang tidak bisa dilanjutkan, hentikan saja dulu program insentif ini. Agar kami tidak terlalu berharap dan terus menunggu," ujar salah seorang Bendesa Adat yang enggan disebutkan namanya. Usulan untuk menghentikan pemberian insentif tersebut muncul dari sejumlah Bendesa sebagai ungkapan rasa kecewanya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan