Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 27 Juni 2026
Kontribusi Capai Triliunan, Profesi Satpam Agar Tak Diremehkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jasa pengamanan, salah satunya satuan pengamanan (Satpam), menjadi industri yang berkontribusi besar kepada negara mencapai triliunan rupiah.
Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Pusat, Agoes Dermawan saat dalam Musyawarah Daerah ke-2 ABUJAPI pada Senin (11/10) di Renon, Denpasar.
"Estimasi kami, pendapatan jasa pengamanan ke negara Rp1,6 juta dikali Rp3 juta, jadi Rp4,8 Triliun setiap bulan," ujarnya.
Kontribusi lainnya, yakni terhadap BPJS Kesehatan sebesar Rp200 Miliar. Juga terhadap BP Jamsostek sebesar Rp250 Miliar setiap bulannya.
"Ini sebuah industri yang luar biasa. Harus dikelola secara profesional," terangnya.
Seiring dengan pemulihan pariwisata di Bali, dia meyakini akan menjadi peluang kerja bagi profesi satpam. Pasalnya, akibat pandemi, tak sedikit satpam yang dirumahkan maupun diupah harian.
Untuk itu, ABUJAPI sedang membentuk struktur skala upah satpam, agar menjadi acuan menempatkan tenaga satpam pada level berapa dan upah berapa.
Ketua DPD ABUJAPI Bali, I Nyoman Sutapa yang diwawancarai saat itu juga optimis akan ada peningkatan permintaan jasa pengamanan lantaran sejumlah akomodasi pariwisata yang sebelumnya tutup, kini sudah kembali dibuka secara terbatas.
"Harapan kita besar sekali karena dengan dampak pandemi Covid-19 yang terjadi hampir 2 tahun ini, kini pariwisata mulai bangkit kembali," ujarnya.
Sikap optimis itu karena menurutnya sektor pariwisata ini berhubungan langsung dengan penggunaan industri sekuriti.
"Mudah-mudahan jika penerbangan internasional dibuka, objek-objek wisata juga dibuka akan membawa dampak yang besar," sambung Sutapa.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun