Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Pria Ini Akui Tergoda Karena Tubuh Mayat Wanita Sangat Indah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang mantan penjaga kamar jenazah di Kenya mengakui aksi bejatnya yang kerap berhubungan seks dengan mayat-mayat wanita. Pria ini mengaku tergoda karena tubuh wanita yang sudah tak bernyawa sangat indah.
Stephen Samaritan mengungkap bagaimana dia bekerja di kamar jenazah pribadi di kota Eldoret, setelah menerima tawaran dari seorang teman.
Awalnya, dia tidak menyadari pekerjaan seperti apa yang menunggunya dan ia merasa khawatir tapi rekannya memberi ganja campuran yang membantunya tenang.
"Saya tidak bersalah dan membutuhkan pekerjaan. Saya putus asa," katanya.
"Mereka menyuruh saya bekerja untuk hari pertama dan dari sana, usaha saya akan menentukan bagaimana saya akan dibayar."
Pada shift pertama, Stephen disebut melihat salah satu rekannya, Otis, yang ditugaskan untuk melatihnya, lincah dengan mayat.
"Sekitar tengah malam dia melihat Otis memakai kondom dan menyelesaikan urusannya dengan tubuh yang indah. Dia kemudian mendesaknya untuk mencoba, mengatakan itu sama baiknya dengan seks normal."
Pengalaman bersetubuh dengan mayat pertamanya datang ketika jenazah wanita muda India yang cantik dibawa ke kamar jenazah di mana pria ini mengaku tak bisa menahan diri.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3674 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1346 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 934 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun