Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Kondisi Memprihatinkan, LLK Tabanan Disidak Dewan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kondisi Lembaga Latihan Kerja (LLK) yang berlokasi di Kecamatan Kerambitan memprihatinkan. Sebagian besar kondisi bangunannya rusak.
Keadaan LLK ini sempat dibahas dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Tabanan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Hingga Jumat, (15/10) Komisi IV komisi yang salah satunya membidangu urusan ketenagakerjaan ini meninjau langsung kondisi LLK.
Sebagian besar gedung LLK yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih dua hektar itu rusak parah. Sekalipun struktur bangunannya masih kuat, tampilannya kusam. Plafonnya banyak yang jebol.
Kondisi ini juga yang ditengarai sebagai sebab sejumlah program pelatihan kerja dari pemerintah pusat tidak bisa diserap. Lantaran tempat yang tidak representatif.
Kalaupun ada kegiatan pelatihan, tempatnya terkadang menumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Seperti balai atau kantor desa.
"Kondisi ini akan kami tegaskan ke bupati maupun gubernur," kata Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana.
Ia menyebutkan, optimalisasi peran LLK untuk mendukung upaya pemulihan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 perlu dikawal. Termasuk dari sisi anggaran untuk merevitalisasi gedung-gedungnya yang banyak rusak.
Disnakertrans telah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Bali sebesar Rp47 miliar untuk melakukan renovasi. Meski yang disetujui kemudian menjadi Rp14 miliar. Namun karena terlanjur pandemi, bantuan tersebut urung tereksekusi karena berlaku kebijakan refocusing anggaran.
Kepala Disnakertrans Tabanan I Putu Santika yang menerima kunjungan Komisi IV juga membeberkan hal serupa. Perencanaan mengenai revitalisasi LLK sudah diajukan sejak tiga tahun lalu.
"Sebenarnya sudah disetujui Rp 14 miliar. Tetapi karena keburu pandemi, kena refocusing," jelasnya.
Perencanaan ini juga sudah diajukan ke Bapelitbang. Sehingga dalam perjalanannya, dari usulan Rp 14 miliar akhirnya disetujui Rp 14 miliar.
"Dengan kondisi anggaran seperti sekarang kami mesti melakukan upaya perbaikan secara mencicil," ujarnya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2049 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1921 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1417 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan