Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Kondisi Memprihatinkan, LLK Tabanan Disidak Dewan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kondisi Lembaga Latihan Kerja (LLK) yang berlokasi di Kecamatan Kerambitan memprihatinkan. Sebagian besar kondisi bangunannya rusak.
Keadaan LLK ini sempat dibahas dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Tabanan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Hingga Jumat, (15/10) Komisi IV komisi yang salah satunya membidangu urusan ketenagakerjaan ini meninjau langsung kondisi LLK.
Sebagian besar gedung LLK yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih dua hektar itu rusak parah. Sekalipun struktur bangunannya masih kuat, tampilannya kusam. Plafonnya banyak yang jebol.
Kondisi ini juga yang ditengarai sebagai sebab sejumlah program pelatihan kerja dari pemerintah pusat tidak bisa diserap. Lantaran tempat yang tidak representatif.
Kalaupun ada kegiatan pelatihan, tempatnya terkadang menumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Seperti balai atau kantor desa.
"Kondisi ini akan kami tegaskan ke bupati maupun gubernur," kata Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana.
Ia menyebutkan, optimalisasi peran LLK untuk mendukung upaya pemulihan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 perlu dikawal. Termasuk dari sisi anggaran untuk merevitalisasi gedung-gedungnya yang banyak rusak.
Disnakertrans telah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Bali sebesar Rp47 miliar untuk melakukan renovasi. Meski yang disetujui kemudian menjadi Rp14 miliar. Namun karena terlanjur pandemi, bantuan tersebut urung tereksekusi karena berlaku kebijakan refocusing anggaran.
Kepala Disnakertrans Tabanan I Putu Santika yang menerima kunjungan Komisi IV juga membeberkan hal serupa. Perencanaan mengenai revitalisasi LLK sudah diajukan sejak tiga tahun lalu.
"Sebenarnya sudah disetujui Rp 14 miliar. Tetapi karena keburu pandemi, kena refocusing," jelasnya.
Perencanaan ini juga sudah diajukan ke Bapelitbang. Sehingga dalam perjalanannya, dari usulan Rp 14 miliar akhirnya disetujui Rp 14 miliar.
"Dengan kondisi anggaran seperti sekarang kami mesti melakukan upaya perbaikan secara mencicil," ujarnya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4749 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2550 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2191 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1809 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1234 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun