Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Gempa 4.8 SR di Karangasem, BBMKG Catat 4 Kali Gempa Susulan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat setidaknya terjadi 4 kali gempa susulan pascaterjadinya gempa berkekuatan 4.8 SR yang berlokasi 8 kilometer barat laut Karangasem pagi ini, Sabtu, (16/10/2021).
Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa masih ada potensi untuk terjadi gempa susulan kembali. Hanya saja ia mengatakan biasanya gempa susulan yang terjadi lebih kecil daripada gempa utama.
"Masih ada potensi untuk terjadi gempa susulan, sejauh ini sudah terjadi 4 kali gempa susulan. Kami terus lakukan pemantauan, biasanya gempa susulan lebih kecil dari gempa utama," ujar Dwi Hartanto.
Ditanya kenapa gempa 4.8 SR yang terjadi pagi ini di Karangasem sampai menyebabkan cukup banyak kerusakan bangunan seperti di wilayah Desa Ban, Kubu, Karangasem, menurut Hartanto gempa yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal tersebut bisa cukup merusak karena posisinya di darat dan di kedalaman dangkal.
Selain itu, letak geografis suatu wilayah juga mempengaruhi tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh getaran gempa, seperti yang terjadi di Karangasem dampak gempa bisa menyebabkan terjadinya longsoran terutama di kawasan perbukitan dengan tanah yang labil.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3675 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1349 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 977 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun