Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Bupati Instruksikan Bangun Tenda Pengungsian Sementara
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat guncangan gempa berkekuatan 4.8 SR yang terjadi pagi ini Sabtu, (16/10/2021).
Menyikapi kejadian bencana gempa bumi tersebut, Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Wabup, I Wayan Artha Dipa langsung turun ke wilayah terdampak gempa paling parah yaitu wilayah Desa Ban didampingi BPBD dan Dinas Sosial.
Dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana langsung memerintahkan Kadis Sosial dan BPBD Karangasem agar membangun tenda pengungsian dan memberikan batuan terpal untuk tenda tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
"Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa cukup parah, bahkan ada banyak rumah yang roboh. Saya sudah perintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk segera melakukan penanganan pasca bencana," kata Bupati Gede Dana saat meninjau dampak gempa di Desa Ban.
Disamping itu, Gede Dana juga mengerahkan tim medis beserta mobil ambulana ke lokasi untuk melakukan penanganan bagi korban gempa yang mengalami luka - luka.
"Kami atas nama pemerintah menyampaikan duka cita mendalam terhadap satu orang warga yang meninggal akibat gempa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3675 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1349 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 977 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun