Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Melestarikan Tradisi Jajanan Kue Bendu Khas Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ni Ketut Semioni (51) pemilik Usaha Kembang Sari dari Banjar Munduk Desa Kaliakah Kecamatan Negara, Jembrana Bali tetap mempertahankan jajanan kue Bendu.
Berawal ikut bekerja bersama kakak, karena punya keahlian buat jajan dadar. Akhirnya, ia tekun menggeluti pembuatan kue Bendu tahun 2002.
Ni Ketut Semioni Sabtu (16/10/2021) menceritakan, untuk olahan bahan yang dibutuhkan daun, kelapa, gula merah dan gula pasir. Sedangkan untuk bahan isian dalam kue dibutuhkan tepung ketan. Tepung diaduk bersamaan dengan air dijadikan bahan adonan. Setelah itu dicetak di atas wajan dipanaskan.
Olahan yang sudah jadi di bungkus daun pisang. Untuk pesanan 100 bungkus hanya dikerjakan dengan waktu 1 jam, dengan proses bahan lengkap.
"Setiap hari dijual ke pasar dengan jumlah 150 - 2.000 bungkus kue Bendu. Dengan harga harga 1 bungkus seribu. Ada juga orderan khusus resepsi pernikahan, dan terkadang untuk upacara adat. Untuk menggaji karyawan 4 orang, dihitung jumlah pesanan 100 bungkus dibayar Rp.5.000," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, hasil kue Bendu olahan panganan khas Jembrana ini tetap mempertahankan nilai tradisi.
"Walaupun dari produksi kesulitan dalam permodalan, tapi tetap berusaha dengan cara apapun. Pernah ikut lomba KWT (Kelompok Wanita Tani) jajanan kue Bendu meraih juara pertama tingkat Kabupaten tahun 2010," katanya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2968 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2028 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun