Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Pria Ini Tewas Terbentur Tabung Oksigen
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Korea Selatan tewas setelah terbentur tabung oksigen yang tersedot ke mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) di rumah sakit.
Pria ini adalah seorang pasien berusia 60 tahun yang dilarikan ke rumah sakit karena kejang. Korban yang belum dirilis identitasnya ini sedang dalam kondisi kritis dan dibawa ke ruang MRI untuk pemeriksaan.
Inspektur polisi Choi Tae-yong mengatakan sedang menyelidiki mengapa tangki oksigen dibawa ke ruang MRI.
"Kami akan menyelidiki insiden itu secara menyeluruh untuk menentukan apakah ada kesalahan manusia," kata petugas polisi itu pada South China Morning Post.
Dia menambahkan bahwa sistem pasokan oksigen bawaan mungkin tidak berfungsi, yang mengarah ke kebutuhan silinder eksternal.
Sementara itu, tidak ada kamera CCTV di ruang MRI di rumah sakit di kota selatan Gimhae ini.
Sesuai namanya, Magnetic Resonance Imaging (MRI) memiliki medan magnet yang sangat kuat hingga 60.000 kali lebih kuat dari planet ini.
Itulah sebabnya benda logam tak boleh diletakkan di sekitar mesin pemindai tersebut.
Siapa pun yang memasuki ruang MRI harus meninggalkan benda logam magnetik di luar, termasuk kunci dan perhiasan, menurut pedoman pemerintah Korea Selatan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3681 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1355 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1234 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1120 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun