Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Buku "Bali Jadul", Putu Setiawan Ingatkan Petuah Orang Tua Masa Lalu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali kembali kehadiran karya sastra anyar. I Putu Putra Setiawan, jurnalis yang pernah menjajaki lintas media ini merilis buku terbarunya pada Kamis (21/10) di Coffee and Spa C21, Jalan Sedap Malam, Denpasar.
Buku ini dirilis oleh penerbit Nilacakra yang disempurnakan oleh penulis Ida Bagus Arya Lawa Manuaba. Buku 253 halaman ini telah beredar dan juga bisa dipesan secara daring.
Dalam jumpa pers itu, I Putu Putra Setiawan yang akrab disapa Wawan ini memberi garis besar, buku ini merupakan refleksi terhadap petuah-petuah tetua Bali dan peristiwa bersejarah pada tahun 1950 an hingga 1990 an.
Di dalamnya juga terangkum sejumlah cerita tentang suara alam, seperti tanda-tanda sebelum terjadinya bencana alam. Sebut saja, pada tahun 1963 terjadi erupsi Gunung Agung yang dampaknya amat luas.
"Ini adalah buku sejarah pertama saya. Saya mengajak pembaca menengok sejumlah intisari di masa lalu. Petuah orang tua tentang kejujuran, tentang kerja keras dan banyak peristiwa masa lampau," ujarnya.
Yang menarik justru sosok yang ia pilih sebagai narasumber dalam buku ini, yakni sang ayah, I Made Putra Suganda, yang bisa disebut orang biasa-biasa saja saat itu.
Kepada awak media, dia menyebut salah satu keunikan buku ini adalah diceritakan orang biasa, sehingga cerita yang disampaikan dapat utuh.
"Biasanya catatan atau buku itu dibuat oleh sosok hebat, atau pemenang. Namun dalam buku ini adalah cara pandang seorang yang biasa-biasa saja. Sehingga keyakinan saya beliau bisa lebih gamblang dan jujur dalam bercerita," tuturnya.
"Bagi saya, beliau dapat memberi data primer paling cepat di tengah pandemi yang membuat saya lebih banyak beraktivitas di rumah. Saya kumpulkan catatan beliau. Sehingga lengkap," sambung jurnalis SCTV dan Indosiar di Bali ini.
Buku ini ia garap sejak Maret 2020 dan rampung pada Juni 2020. Ini menambah deretan karya sastra I Putu Putra Setiawan selama menjadi jurnalis.
IB Arya Lawa Manuaba, alias Gus Arya menyebut buku ini sangat layak dibaca, utamanya generasi muda. Pesan di dalam buku ini menurutnya sangat layak diimplementasikan saat ini.
"Perspektif dan peristiwa-peristiwa yang disampaikan dalam buku ini menjadi kepingan yang penting sekali," ujarnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4399 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2058 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1935 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1586 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1429 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan