Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Merokok di Pesawat, Pria Ketahuan Terbang Pakai Identitas Palsu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria Australia Barat ketahuan terbang pakai identitas palsu karena merokok di dalam toilet pesawat. Beau Ryan Griffin, 26, awalnya dipanggil di bandara tujuan, Adelaide karena dugaan merokok dalam penerbangan.
Setelah diselidiki, pria yang terbang dari Perth ini ternyata menggunakan identitas palsu untuk memesan tiket penerbangan.
Petugas Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan ia tak memiliki identitas apapun dan menyerahkan tiket elektronik atas nama seorang pria Perth berusia 20 tahun.
Setelah penyelidikan lebih lanjut, usia asli Griffin terungkap dan ia diduga menggunakan nama salah satu kerabatnya.
Ia didakwa melakukan penerbangan dengan identitas palsu, merokok di pesawat dan memberikan informasi palsu kepada pejabat persemakmuran.
Terdakwa seharusnya hadir di Pengadilan Magistrat Adelaide pada Jumat pagi tapi dia tidak bisa hadir karena sakit.
Jaksa meminta kasus ini ditunda 8 minggu dan memint Griffin menunjukkan surat keterangan medis atas ketidakhadirannya ketika dia muncul bulan Januari.
Hakim Brett Dixon mengabulkan permintaan itu.
Penjabat Inspektur AFP Michael Smith mengatakan kegiatan kriminal lainnya berpotensi berasal dari penyalahgunaan identitas dan dokumen perjalanan seseorang.
"Merokok dilarang di pesawat Australia demi keselamatan dan kenyamanan penumpang lain dan kami akan menegakkan hukum ini."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan