Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Bali perlu Seimbangkan Sektor Pariwisata
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kembali tumbuhnya sektor pariwisata tentu menjadi nafas bagi pelaku pariwisata yang ada di Bali.
"Secara perlahan pembukaan pintu wisata yang dilaksanakan pada 14 Oktober lalu mampu memberikan harapan baru bagi kita semua, namun jangan sampai kita lalai untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dimana dan kapanpun. Karena Bali yang dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022 menjadi perhatian pusat dan dunia, dan jangan sampai kita melukai kepercayaan dunia terhadap Bali sehingga mencelakakan masyarakat Bali secara umum," tegas Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati dalam dialog khusus memperingati sumpah pemuda dan hari pahlawan, di Amisewaka Desa Les Community Center, Desa Les, Kecamatan Tejakula-Buleleng, Jumat (5/11).
Pada kesempatan ini, Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk bangkit dan mengolah potensi yang lain selain pariwisata.
"Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan untuk menyeimbangkan sektor pariwisata, agar pada saat kondisi pariwisata mengalami keterpurukan, kita telah bersiap dengan sisi lain, semisal memanfaatkan keahlian memasak untuk kuliner, meningkatkan potensi pertanian, peternakan, perikanan serta UMKM dengan memanfaatkan kemampuan teknologi informasi untuk mempromosikan ke mancanegara," imbuh Cok Ace.
Dengan mengangkat tema "Pemuda Bangkit Bersatu Tumbuhkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi Dalam Bingkai Bela Negara", Wagub Cok Ace berharap semua pihak bergotong royong dalam mengembangkan potensi diri ke arah yang lebih kuat, karena bertahan hidup memerlukan upaya dan dorongan yang kreatif agar mampu berdiri sendiri diatas kaki sendiri.
Saatnya kita berperang melawan Covid-19 dengan kecerdasan, kedisiplinan dan kebijakan dalam menentukan pilihan yang tepat untuk berkembang.
Ketergantungan Bali secara besar-besaran kepada sektor pariwisata sangat bahaya, sehingga perlu adanya keseimbangan antara sektor pariwisata dengan sektor lainnya.
Dengan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yakni menjaga keseimbangan dengan membuat sejumlah peraturan salah satunya memanfaatkan produk lokal dan menggunakan produksi dalam negeri adalah sesuatu yang upaya membangkitkan sekaligus menjaga keseimbangan antara warisan budaya dengan perkembangan IT, sehingga dengan gagasan dan ide kreatif dalam menciptakan karya seni akan berdampingan dengan teknologi informasi.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 552 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 411 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 407 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan