Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Sebut Marshal Sirkuit Mandalika "Ndeso", Pejabat MGPA Dipecat
BERITABALI.COM, NTB.
Abdulbar M Mansoer Direktur Utama ITDC meminta maaf atas perkataan Head of Operations Sporting MGPA Dyan Dilato pada Minggu (14/11) yang menyebut Marshal di Sirkuit Mandalika katrok dan ndeso.
"Saya pribadi dan atas nama perusahaan mohon maaf sebesarnya atas berita tentang perkataan Dyan Dilato yang menyakiti masyarakat NTB terutama Jagacala tim marshal lokal," ungkapnya melalui rilis, Selasa (16/11).
Dikatakan hal tersebut sangat tidak profesional dan menghina, apapun fakta di lapangan yang terjadi selama Final Race IATC minggu lalu.
"Mulai hari ini, Selasa 15 November 2021, dengan tegas kami sampaikan bahwa Dyan Dilato dipecat dari Perusahaan. Ke depan segala tindakannya sudah bukan menjadi tanggung jawab kami dan MGPA," tegasnya.
Ia berharap ke depan hubungan MGPA dan masyarakat semakin baik.
"Dan kita semua berhasil menyelenggarakan IATC, WSBK dan MotoGP," cetus dia.
Sebelumnya, Dyan Dilato melontarkan ucapan yang bernada menghina. Saat menanggapi tentang persoalan Marshal, penyebab ditundanya pelaksanaan race IATC di sirkuit Mandalika, Minggu (14/11).
Dyan menyebut Marshal yang bertugas pada ajang IATC katrok dan ndeso.
"Marshalnya katrok semua, ndeso. Bukannya bertugas sebagai Marshal, tapi malah pada nonton balap. Dan yang dipersoalkan bukan jumlah Marshal, tapi kualitasnya," sebut Dyan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1978 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1827 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1739 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun