Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Viral Harga 2 Potong Cumi Rp330 Ribu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Unggahan bernada negatif tentang suatu usaha kuliner bisa dengan mudah menjatuhkan nama restoran saat viral. Pihak restoran juga kerap membuat klarifikasi saat isu miring menerpa restorannya.
Baru-baru ini, sebuah restoran di Malaysia viral karena menjual 2 potong cumi seharga RM100 atau sekitar Rp330 ribu. Viralnya hal ini berawal dari seorang warganet yang mengunggah masakan restoran tersebut dan disertai dengan nota pembayaran.
"Hati-hati kawan, terutama yang ingin makan nasi kandar di Penang. Harga dua potong cumi bisa mencapai RM100," tulis postingan Facebook yang viral pada Selasa, (23/11/2021).
Unggahan tersebut menunjukkan nota pembayaran senilai RM113 dari restoran nasi kandar terkenal Hameediyah Restaurant. Di nota pembayaran tersebut, juga tampak harga cumi goreng segar dengan nominal paling besar di antara menu lainnya.
Viralnya unggahan ini membuat Restoran Hameediyah buka suara. Mereka mengatakan pelanggan tidak keberatan dengan jumlah saat pembayaran
Direktur restoran Muhammad Riyaaz Syed Ibrahim mengatakan dialah yang menghitung tagihan untuk pesanan itu.
"Pelanggan memesannya untuk dibawa pulang dan ketika harga dimasukkan dan ditampilkan di register, pelanggan tidak mengatakan apa-apa dan ketika saya memberi tahu mereka total harga, mereka membayarnya tanpa mengeluh atau menolak," tulisnya dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan pelanggan dapat dengan mudah menolak pesanan jika mereka tidak puas dengan harganya karena pesanannya bisa dibawa pulang.
Direktur juga menekankan bahwa cumi-cumi yang dipesan oleh pelanggan adalah cumi-cumi berukuran besar, yang harganya RM50 atau sekitar Rp168 ribu masing-masing.
"Di gambar terlihat kecil tapi kenyataannya lebih besar dari cumi-cumi biasa," katanya.
Muhammad Riyaaz mengatakan bahwa mereka tidak memaksa pelanggan mereka untuk membeli apa pun dan harga semua barang yang dijual di restoran dipajang dengan jelas, dengan hidangan sotong dijual dari RM10 hingga RM150.
Restoran tersebut juga mengklaim bahwa pemilik nota pembayaran sebenarnya puas dengan harga tersebut dan tidak bermaksud memviralkannya.
Restoran Hameediyah mengunggah pesan permintaan maaf oleh pelanggan di halaman Facebook mereka pada Selasa (23/11/2021) malam.
"Saya pemilik foto struk dari Restoran Hameediyah dan saya ingin meminta maaf atas kerancuan yang terjadi," tulis pelanggan tersebut.
Pelanggan mengatakan mereka mengunjungi restoran pada jam 5 sore pada hari Selasa dan memesan dua sotong goreng 'Apollo', masing-masing dengan harga RM50. Mereka pun melihat kasir memasukkan harga hidangan dan tidak keberatan dengan harga seperti yang mereka pesan pada kunjungan sebelumnya.
"Saya mengunggahnya ke Instastory saya tetapi tidak menyebutkan apa pun tentang harganya yang mahal," kata si pelanggan.
Namun, seseorang rupanya mengambil tangkapan layar dari Instastoy-nya dan mengunggahnya ke Facebook serta menandai 70 orang lain bersama dengan keterangan yang menuduh.
“Saya hanya ingin menjelaskan di sini bahwa harganya masuk akal karena dua potong cumi goreng yang saya ambil besar, dan harganya tidak mahal karena ukurannya sepadan. Dengan demikian, siapa pun yang salah paham dan mengklaim bahwa saya telah mengatakan harganya mahal, itu tidak benar sama sekali." ungkapnya memberi klarifikasi pada unggahan akun Facebook Hameediyah Restaurant.(sumber: suara.com).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan