Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Viral Harga 2 Potong Cumi Rp330 Ribu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Unggahan bernada negatif tentang suatu usaha kuliner bisa dengan mudah menjatuhkan nama restoran saat viral. Pihak restoran juga kerap membuat klarifikasi saat isu miring menerpa restorannya.
Baru-baru ini, sebuah restoran di Malaysia viral karena menjual 2 potong cumi seharga RM100 atau sekitar Rp330 ribu. Viralnya hal ini berawal dari seorang warganet yang mengunggah masakan restoran tersebut dan disertai dengan nota pembayaran.
"Hati-hati kawan, terutama yang ingin makan nasi kandar di Penang. Harga dua potong cumi bisa mencapai RM100," tulis postingan Facebook yang viral pada Selasa, (23/11/2021).
Unggahan tersebut menunjukkan nota pembayaran senilai RM113 dari restoran nasi kandar terkenal Hameediyah Restaurant. Di nota pembayaran tersebut, juga tampak harga cumi goreng segar dengan nominal paling besar di antara menu lainnya.
Viralnya unggahan ini membuat Restoran Hameediyah buka suara. Mereka mengatakan pelanggan tidak keberatan dengan jumlah saat pembayaran
Direktur restoran Muhammad Riyaaz Syed Ibrahim mengatakan dialah yang menghitung tagihan untuk pesanan itu.
"Pelanggan memesannya untuk dibawa pulang dan ketika harga dimasukkan dan ditampilkan di register, pelanggan tidak mengatakan apa-apa dan ketika saya memberi tahu mereka total harga, mereka membayarnya tanpa mengeluh atau menolak," tulisnya dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan pelanggan dapat dengan mudah menolak pesanan jika mereka tidak puas dengan harganya karena pesanannya bisa dibawa pulang.
Direktur juga menekankan bahwa cumi-cumi yang dipesan oleh pelanggan adalah cumi-cumi berukuran besar, yang harganya RM50 atau sekitar Rp168 ribu masing-masing.
"Di gambar terlihat kecil tapi kenyataannya lebih besar dari cumi-cumi biasa," katanya.
Muhammad Riyaaz mengatakan bahwa mereka tidak memaksa pelanggan mereka untuk membeli apa pun dan harga semua barang yang dijual di restoran dipajang dengan jelas, dengan hidangan sotong dijual dari RM10 hingga RM150.
Restoran tersebut juga mengklaim bahwa pemilik nota pembayaran sebenarnya puas dengan harga tersebut dan tidak bermaksud memviralkannya.
Restoran Hameediyah mengunggah pesan permintaan maaf oleh pelanggan di halaman Facebook mereka pada Selasa (23/11/2021) malam.
"Saya pemilik foto struk dari Restoran Hameediyah dan saya ingin meminta maaf atas kerancuan yang terjadi," tulis pelanggan tersebut.
Pelanggan mengatakan mereka mengunjungi restoran pada jam 5 sore pada hari Selasa dan memesan dua sotong goreng 'Apollo', masing-masing dengan harga RM50. Mereka pun melihat kasir memasukkan harga hidangan dan tidak keberatan dengan harga seperti yang mereka pesan pada kunjungan sebelumnya.
"Saya mengunggahnya ke Instastory saya tetapi tidak menyebutkan apa pun tentang harganya yang mahal," kata si pelanggan.
Namun, seseorang rupanya mengambil tangkapan layar dari Instastoy-nya dan mengunggahnya ke Facebook serta menandai 70 orang lain bersama dengan keterangan yang menuduh.
“Saya hanya ingin menjelaskan di sini bahwa harganya masuk akal karena dua potong cumi goreng yang saya ambil besar, dan harganya tidak mahal karena ukurannya sepadan. Dengan demikian, siapa pun yang salah paham dan mengklaim bahwa saya telah mengatakan harganya mahal, itu tidak benar sama sekali." ungkapnya memberi klarifikasi pada unggahan akun Facebook Hameediyah Restaurant.(sumber: suara.com).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2765 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun