Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Wanita Penjual Pancake Ini Diminta Polisi Pakai Pakaian Tertutup
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang penjual pancake crispy di Thailand diminta untuk mengenakan pakaian yang lebih tertutup oleh polisi karena dianggap terlalu seksi.
Aranya Apaiso menjual sejenis pancake crispy di Jalan Jed Yod-Chiang Kiang, Chiang Mai, Thailand.
Perempuan 23 tahun tersebut sempat menjadi perbincangan karena tampil dengan pakaian seksi ketika melayani para pelanggannya.
Aranya menjual pancake renyah dengan hanya mengenakan sweter kancing tunggal yang memperlihatkan setenag dari bagian dada dan perutnya.
Apaiso, yang juga dikenal sebagai Olive, mengatakan bahwa dia diberitahu oleh polisi untuk tetap membuat para pelanggannya menjaga jarak ketika mengantre.
Selain itu, Apaiso juga mengungkapkan jika polisi juga memintanya untuk berpakaian lebih tertutup agar tidak mengundang kerumunan.
Dia juga menambahkan bahwa seorang pejabat budaya setempat sempat memerintahkannya untuk memakai bra ketika menjual dagangannya.
Strateginya dalam berbisnis dan menarik minat pelanggan yang luar biasa Apaiso bahkan sempat disorot dalam artikel berita dan menyebut pakaiannya yang menarik.
Apaiso menyatakan bahwa tujuannya memakai pakaian itu bukan untuk pamer, tetapi dia menikmati berdandan dengan caranya sendiri, lapor Pattaya Mail.
Dia menjelaskan bahwa dia dulu menjual barang-barang fashion remaja tetapi dia lebih beruntung menjual permen dan pancake crispy.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan