Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Persembahyangan Bersama Pasemetonan Buleleng Lombok
BERITABALI.COM, NTB.
Acara persembahyangan bersama Pasemetonan Buleleng Lombok, Rabu (24/11) bertempat di Pura Pancaka, Mataram.
Dipuput oleh Jro Mangku Gde Ketut Susila, persembahyangan bersama ini juga dirangkai dengan HUT ke-2 organisasi pasemetonan ini.
I Gede Wenten SM HK selaku Pembina menjelaskan, keanggotaan Pasemetonan Buleleng Lombok sampai saat ini sudah mencapai 315 kepala keluarga (KK). Awal berdiri dua tahun lalu, dengan visi yaitu warga Buleleng Lombok bersatu, sejahtera, maju dan mandiri.
"Bermula dari seringnya berkumpul warga Buleleng yang tinggal di Mataram. Dan dari obrolan santai tersebut, akhirnya sepakat membentuk organisasi pemersatu," jelas Gede Wenten, Senin (29/11).
Pengukuhan pendirian organisasi dengan dilaksanakan pada 24 November 2019. Dengan tujuan membangun hubungan kekerabatan saling asah, asih, asuh. Termasuk bersama-sama mendirikan usaha ekonomi bagi anggota.
"Bagi anggota yang sudah punya usaha kegiatan bisnis, dapat menjalin hubungan dan mempromosikannya demi kesejahteraan," jelas Gede Wenten.
Untuk bidang kegiatan, pasemetonan ini meliputi menyama braya, ekonomi kreatif, Dharma Padmi, serta Pemuda dan kaderisasi organisasi.
Dengan tema HUT "Jele Melah Nyama Pedidi", Pasemetonan Buleleng Lombok sudah memiliki usaha ekonomi berupa koperasi dengan 110 orang anggota. Serta 37 Usaha Kecil Menengah (UKM) tergabung dalam organisasi pasemetonan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan