Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Persembahyangan Bersama Pasemetonan Buleleng Lombok
BERITABALI.COM, NTB.
Acara persembahyangan bersama Pasemetonan Buleleng Lombok, Rabu (24/11) bertempat di Pura Pancaka, Mataram.
Dipuput oleh Jro Mangku Gde Ketut Susila, persembahyangan bersama ini juga dirangkai dengan HUT ke-2 organisasi pasemetonan ini.
I Gede Wenten SM HK selaku Pembina menjelaskan, keanggotaan Pasemetonan Buleleng Lombok sampai saat ini sudah mencapai 315 kepala keluarga (KK). Awal berdiri dua tahun lalu, dengan visi yaitu warga Buleleng Lombok bersatu, sejahtera, maju dan mandiri.
"Bermula dari seringnya berkumpul warga Buleleng yang tinggal di Mataram. Dan dari obrolan santai tersebut, akhirnya sepakat membentuk organisasi pemersatu," jelas Gede Wenten, Senin (29/11).
Pengukuhan pendirian organisasi dengan dilaksanakan pada 24 November 2019. Dengan tujuan membangun hubungan kekerabatan saling asah, asih, asuh. Termasuk bersama-sama mendirikan usaha ekonomi bagi anggota.
"Bagi anggota yang sudah punya usaha kegiatan bisnis, dapat menjalin hubungan dan mempromosikannya demi kesejahteraan," jelas Gede Wenten.
Untuk bidang kegiatan, pasemetonan ini meliputi menyama braya, ekonomi kreatif, Dharma Padmi, serta Pemuda dan kaderisasi organisasi.
Dengan tema HUT "Jele Melah Nyama Pedidi", Pasemetonan Buleleng Lombok sudah memiliki usaha ekonomi berupa koperasi dengan 110 orang anggota. Serta 37 Usaha Kecil Menengah (UKM) tergabung dalam organisasi pasemetonan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2818 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun