Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
WHO Sebut Varian Omicron Berpotensi Timbulkan Lonjakan Infeksi
BERITABALI.COM, DUNIA.
WHO atau Badan Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa varian virus corona Omicron menimbulkan risiko tinggi lonjakan infeksi di seluruh dunia.
Dilansir dari laman BBC, Selasa (30/11/2021), varian tersebut dapat menyebabkan konsekuensi parah di beberapa wilayah, kata WHO pada hari Senin.
Kepala organisasi WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperbaharui seruan untuk dorongan global untuk mendapatkan vaksin ke negara-negara miskin.
Varian tersebut terdeteksi di Afrika Selatan awal bulan ini dengan bukti awal yang menunjukkan bahwa ia memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Afrika Selatan telah dipuji karena pelaporan variannya yang cepat.
"Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensial mereka pada lintasan pandemi," kata WHO.
Temuan kasus Varian Omicron telah dilaporkan di sejumlah negara termasuk Kanada, Inggris, Portugal, Belgia dan Belanda.
Varian baru telah mendorong Inggris, Uni Eropa dan AS untuk mengeluarkan larangan perjalanan di negara-negara Afrika Selatan, dan menjadi keputusan yang dikritik oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.
Jepang telah mengumumkan akan menutup perbatasannya untuk pengunjung asing baru mulai tengah malam pada hari Selasa, sementara Australia telah menghentikan rencananya yang telah lama ditunggu-tunggu untuk melonggarkan pembatasan perbatasan.
Perjalanan ke Australia untuk pelajar internasional dan "pekerja terampil" yang memegang visa dimaksudkan untuk dimulai kembali pada hari Rabu tetapi sekarang telah ditunda hingga 15 Desember. Israel juga melarang orang asing memasuki negara itu.
Di Inggris, suntikan booster COVID-19 akan ditawarkan kepada semua orang di atas 18 tahun untuk membantu menghentikan gelombang baru yang didorong oleh Omicron. AS juga mengikutinya dengan Joe Biden memberi tahu orang Amerika untuk segera menerima vaksin booster.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker di dalam ruangan.Tetapi Biden juga mengatakan dia tidak mengantisipasi pembatasan atau lockdown perjalanan AS lebih lanjut saat ini.
Ada lebih dari 261 juta kasus dan lima juta kematian di seluruh dunia sejak pandemi dimulai pada 2020, menurut data dari Universitas John Hopkins.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5030 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3421 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2156 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 872 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan